Nyepi dan Ramadan Beriringan, Budiono Ajak Jaga Kerukunan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 18 Mar 2026 22:41 WIB ·

Nyepi dan Ramadan Beriringan, Budiono Ajak Jaga Kerukunan


 Nyepi dan Ramadan Beriringan, Budiono Ajak Jaga Kerukunan Perbesar

Lumajang, – Momentum Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan bulan Ramadan dan Idul Fitri menjadi ajang memperkuat kerukunan antarumat beragama, khususnya di Jawa Timur.

Perbedaan waktu ibadah justru menjadi ruang untuk saling menghormati dan mempererat persaudaraan.

Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Budiono, menegaskan bahwa perayaan keagamaan yang berlangsung hampir bersamaan ini harus dimaknai sebagai kekuatan sosial, bukan perbedaan yang memisahkan.

“Pada tahun ini luar biasa, karena Nyepi bertepatan dengan Ramadan dan juga mendekati Idul Fitri. Ini menjadi momentum bagi kita semua untuk saling menjaga kerukunan,” katanya, Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, nilai-nilai dalam Nyepi dan Ramadan memiliki kesamaan, yakni pengendalian diri, introspeksi, serta peningkatan kualitas spiritual. Umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian selama 24 jam, sementara umat Muslim melaksanakan ibadah puasa sebagai bentuk penyucian diri.

Budiono menambahkan, harmoni tersebut sudah terlihat nyata di masyarakat, salah satunya di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Di wilayah ini, umat Muslim turut berpartisipasi dalam pembuatan ogoh-ogoh sebagai bagian dari rangkaian Nyepi.

“Ini bukti bahwa masyarakat kita mampu menjaga kebersamaan. Saling membantu tanpa melihat perbedaan keyakinan,” jelasnya.

Ia berharap, semangat toleransi ini terus dijaga, baik antarumat beragama maupun antara masyarakat dengan pemerintah. Menurutnya, setiap umat beragama memiliki ruang untuk menjalankan ibadah masing-masing dengan damai jika didukung sikap saling menghormati.

“Marilah kita bersama-sama melaksanakan ibadah sesuai keyakinan masing-masing, dengan tetap menjaga persatuan dan saling menghargai,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPBD Lumajang Susun Panduan Penanggulangan Bencana Hadapi Kekeringan Ekstrem

3 Mei 2026 - 09:38 WIB

Penangkapan ASN Kasus Sabu, DPRD Lumajang Apresiasi Respons Cepat Pemkab

2 Mei 2026 - 13:34 WIB

Cek Saja, Bupati Lumajang Akui Dugaan Penyimpangan Retribusi Pasar dan Buka Akses Pengawasan

1 Mei 2026 - 16:14 WIB

Ketua SEMMI Apresisasi Bupati dan Wakil Bupati Lumajang

30 April 2026 - 20:50 WIB

Jalur Evakuasi Candipuro-Penanggal Rusak, Pemkab Lumajang Minta Dukungan Pemerintah Pusat

29 April 2026 - 09:46 WIB

Pelecehan Anak di Lumajang, Polisi Kembangkan Kasus MZ

28 April 2026 - 15:21 WIB

Trending di Daerah