Nyepi dan Ramadan Beriringan, Budiono Ajak Jaga Kerukunan - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 18 Mar 2026 22:41 WIB ·

Nyepi dan Ramadan Beriringan, Budiono Ajak Jaga Kerukunan


 Nyepi dan Ramadan Beriringan, Budiono Ajak Jaga Kerukunan Perbesar

Lumajang, – Momentum Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan bulan Ramadan dan Idul Fitri menjadi ajang memperkuat kerukunan antarumat beragama, khususnya di Jawa Timur.

Perbedaan waktu ibadah justru menjadi ruang untuk saling menghormati dan mempererat persaudaraan.

Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Budiono, menegaskan bahwa perayaan keagamaan yang berlangsung hampir bersamaan ini harus dimaknai sebagai kekuatan sosial, bukan perbedaan yang memisahkan.

“Pada tahun ini luar biasa, karena Nyepi bertepatan dengan Ramadan dan juga mendekati Idul Fitri. Ini menjadi momentum bagi kita semua untuk saling menjaga kerukunan,” katanya, Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, nilai-nilai dalam Nyepi dan Ramadan memiliki kesamaan, yakni pengendalian diri, introspeksi, serta peningkatan kualitas spiritual. Umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian selama 24 jam, sementara umat Muslim melaksanakan ibadah puasa sebagai bentuk penyucian diri.

Budiono menambahkan, harmoni tersebut sudah terlihat nyata di masyarakat, salah satunya di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Di wilayah ini, umat Muslim turut berpartisipasi dalam pembuatan ogoh-ogoh sebagai bagian dari rangkaian Nyepi.

“Ini bukti bahwa masyarakat kita mampu menjaga kebersamaan. Saling membantu tanpa melihat perbedaan keyakinan,” jelasnya.

Ia berharap, semangat toleransi ini terus dijaga, baik antarumat beragama maupun antara masyarakat dengan pemerintah. Menurutnya, setiap umat beragama memiliki ruang untuk menjalankan ibadah masing-masing dengan damai jika didukung sikap saling menghormati.

“Marilah kita bersama-sama melaksanakan ibadah sesuai keyakinan masing-masing, dengan tetap menjaga persatuan dan saling menghargai,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah