Lumajang, – Pemerintah Kabupaten Lumajang bergerak cepat merespons desakan dari Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Lumajang terkait pelaksanaan tes urine acak di lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Langkah awal ditandai dengan pelaksanaan tes urine terhadap pegawai di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang.
Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya kekhawatiran publik atas dugaan maraknya peredaran narkotika yang mulai merambah lingkungan ASN.
Tes urine tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen awal pemerintah daerah dalam menjaga integritas aparatur serta mewujudkan birokrasi yang bersih dari narkoba.
Ketua SEMMI Cabang Lumajang, Dani Febri, mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan pemerintah daerah, namun menegaskan bahwa upaya tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyeluruh.
“Semoga tidak hanya sebagai langkah awal, dan benar-benar berkomitmen penuh memberantas peredaran narkotika, khususnya di tubuh pemerintahan,” kata Febri, Kamis (30/4/2026).
Ia menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pemberantasan narkotika di Kabupaten Lumajang.
“Kami yakin semua masyarakat siap membantu dan berkolaborasi dalam hal pemberantasan narkotika di Lumajang, seperti melibatkan organisasi kepemudaan maupun organisasi kemasyarakatan,” lanjutnya.
Menurutnya, meskipun terdapat keterbatasan anggaran dalam pelaksanaan tes urine secara menyeluruh, hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengendurkan komitmen dalam pemberantasan narkotika.
“Walaupun ada keterbatasan anggaran untuk biaya cek urine, kami yakin ini bukan sebuah hambatan. Ini soal komitmen dan keberanian mengambil langkah tegas,” tegasnya.
SEMMI Cabang Lumajang juga meminta aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada penindakan di level pengguna atau oknum tertentu, melainkan mengusut tuntas hingga ke jaringan yang lebih besar.
“Kami juga meminta langkah strategis dari aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas sampai bandar besarnya,” tambah Dani.
Langkah cepat yang diambil Pemerintah Kabupaten Lumajang ini diharapkan menjadi awal dari gerakan yang lebih luas dalam memerangi narkotika di wilayah tersebut. Masyarakat pun diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung upaya tersebut, sehingga cita-cita mewujudkan Lumajang bersih dari narkoba dapat tercapai tanpa terkecuali.
Tinggalkan Balasan