50 Titik Salat Id Muhammadiyah di Lumajang - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 20 Mar 2026 14:00 WIB ·

50 Titik Salat Id Muhammadiyah di Lumajang


 50 Titik Salat Id Muhammadiyah di Lumajang Perbesar

Lumajang, – Sejak matahari mulai menampakkan cahayanya, ratusan jemaah Muhammadiyah mulai memadati sekitar 50 titik pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H secara serentak. Aktivitas pagi itu seolah menjadi perayaan tersendiri, penuh khidmat dan kekhidmatan suasana.

Salah satu titik yang menjadi pusat perhatian adalah Masjid PB Sudirman di Jalan Brantas, Kelurahan Jogoyudan. Halaman masjid dipenuhi jemaah yang mengenakan pakaian bersih dan rapi.

Suasana ramai namun tertib, anak-anak berlarian sebentar sebelum menempati tempat shalat, sementara orang tua menata karpet untuk barisan jamaah. Suara takbir menggema di udara, menandai datangnya hari kemenangan setelah sebulan penuh menahan lapar dan dahaga.

Bertindak sebagai penceramah, Ustaz Hadi Santoso dari Jember menyampaikan pesan mendalam tentang makna Idulfitri sebagai momentum kembali kepada kesucian jiwa.

“Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum kembalinya manusia kepada fitrah, yakni kesucian asal dalam tauhid,” ujarnya.

“Setelah sebulan penuh berpuasa, kita diajak menyucikan jiwa dari dosa, menahan hawa nafsu, serta memperbaiki hubungan dengan Allah melalui kesalehan ritual dan dengan sesama manusia melalui kesalehan sosial, yang tercermin dalam perilaku yang lebih baik,” ungkapnya.

Suasana masjid terlihat khidmat. Beberapa jemaah menundukkan kepala, sesekali mengangguk sebagai bentuk penghayatan. Anak-anak dan remaja yang hadir tampak antusias mengikuti khutbah, sementara orang tua menatap penuh harap agar nilai-nilai yang disampaikan tertanam pada generasi muda.

Di sudut lain, seorang jemaah, Bapak Ahmad, mengaku tersentuh dengan tausiah yang menekankan hubungan sosial. “Bulan Ramadan membuat kita disiplin menahan diri, dan hari ini kita belajar bagaimana menyalurkan kesucian itu dalam kehidupan sehari-hari. Rasanya damai sekali,” ujarnya sambil tersenyum.

Tak jauh dari lokasi utama, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, Zainal Abidin, menekankan pentingnya toleransi. Ia mengingatkan warga Muhammadiyah maupun masyarakat luas untuk saling menghormati, terutama jika terjadi perbedaan penetapan 1 Syawal.

“Warga Muhammadiyah dan masyarakat kami ajak mengedepankan sikap saling menghormati, menjaga persatuan dan ukhuah di tengah perbedaan,” kata dia.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Perbaikan Jalan Lumajang Mencapai Rp60 Miliar, Kok Bisa?

30 September 2026 - 08:41 WIB

29 Persen Jalan Tertangani, Lumajang Terus Percepat Perbaikan Infrastruktur

30 September 2026 - 07:32 WIB

110 Ruas Masuk Kategori Rusak Berat, Pemkab Lumajang Prioritaskan Tempeh-Gesang

30 September 2026 - 07:30 WIB

110 Ruas Jalan di Lumajang Rusak Berat, Total Panjang Jalan Kabupaten Capai 1.090 Kilometer

29 September 2026 - 17:12 WIB

Trending di Daerah