Regulasi Aset Desa Koperasi Lumajang yang Efektif - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 27 Mar 2026 19:43 WIB ·

Bunda Indah Dorong Desa Segera Susun Aturan Aset untuk Koperasi Merah Putih


 Bunda Indah Dorong Desa Segera Susun Aturan Aset untuk Koperasi Merah Putih Perbesar

LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan pembangunan Koperasi Kelurahan Desa Merah Putih (KKDMP) berjalan dengan tata kelola yang tertib dan memiliki kepastian hukum. Dalam upaya tersebut, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menekankan pentingnya regulasi yang jelas dalam pemanfaatan aset desa.

Hal ini ia sampaikan saat memantau perkembangan pembangunan koperasi dalam rapat koordinasi bersama 21 camat di Ruang Mahameru Kantor Bupati Lumajang, Jumat (6/3/2026).

Regulasi Jadi Fondasi Pengelolaan Aset

Bunda Indah menegaskan bahwa pemanfaatan aset desa untuk koperasi harus memiliki dasar hukum yang kuat. Oleh karena itu, pemerintah desa perlu segera menyusun peraturan desa yang mengatur mekanisme pemanfaatan maupun sewa aset.

Ia menyebut hingga saat ini masih terdapat desa yang belum memiliki regulasi khusus terkait pengelolaan aset desa.

“Pemerintah desa perlu segera menyusun peraturan desa agar pemanfaatan aset memiliki landasan hukum yang jelas,” ujarnya.

Solusi Sementara dengan Skema Pinjam Pakai

Sementara itu, pemerintah daerah tetap mendorong agar pembangunan koperasi tidak terhambat. Untuk itu, desa dapat menggunakan mekanisme pinjam pakai sebagai langkah sementara.

Dengan skema tersebut, proses pembangunan koperasi tetap berjalan sambil menunggu regulasi desa disusun.

Koordinasi Antar Lembaga Diperkuat

Selain itu, Bunda Indah menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah desa dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD).

Melalui koordinasi ini, pemerintah dapat menghitung potensi pemanfaatan aset desa secara lebih tepat dan terukur.

Transparansi dan Manfaat bagi Masyarakat

Menurut Bunda Indah, penghitungan yang tepat akan memastikan setiap pemanfaatan aset desa memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Di sisi lain, pencatatan yang baik juga akan menjaga transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah.

Kerja Sama Harus Disertai Dokumen Resmi

Lebih lanjut, Bunda Indah mengingatkan bahwa pembangunan di atas lahan milik pihak lain harus dilengkapi dokumen kerja sama yang sah.

Misalnya, jika menggunakan lahan milik Perhutani, maka pemerintah desa harus menjalin perjanjian kerja sama dengan pihak terkait.

Harapan Tata Kelola yang Tertib

Pada akhirnya, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap pembangunan Koperasi Merah Putih dapat berjalan tertib secara administrasi dan memiliki kepastian hukum.

Dengan regulasi yang jelas, seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan program secara aman, transparan, dan berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak HUT RI di Tunjung Lumajang, Warga Jalan Sehat dan UMKM Ikut Kecipratan

20 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Truk Sound Horeg Terbakar Saat Karnaval di Lumajang, Peserta Tetap Lanjut

20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Perbaikan 27 Ambulans Desa Lumajang Habiskan Rp884,9 Juta, 9 Unit Masih Diperbaiki

19 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Bukan Sekadar Adu Strategi! Kejurkab Catur Lumajang Jadi Jalan Lahirnya Bibit Atlet Muda

19 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Tape Ketan Wonokerto Siap Mendunia? Jenggolo Tape Fest 2027 Didorong Lebih Besar

19 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Trending di Daerah