Awal 2026, Dinkes Lumajang Temukan 136 Kasus HIV Baru, Masih Menunggu Validasi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Kesehatan dan Olah Raga · 10 Apr 2026 08:21 WIB ·

Awal 2026, Dinkes Lumajang Temukan 136 Kasus HIV Baru, Masih Menunggu Validasi


 Awal 2026, Dinkes Lumajang Temukan 136 Kasus HIV Baru, Masih Menunggu Validasi Perbesar

Lumajang, – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mencatat temuan sementara sebanyak 136 kasus baru HIV hingga Maret 2026. Namun, ratusan kasus tersebut masih menunggu proses validasi sebelum ditetapkan sebagai data resmi.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, dr. Marshall, mengatakan data tersebut merupakan hasil deteksi awal sepanjang triwulan pertama tahun ini.

“Hingga Maret 2026 sudah ditemukan 136 kasus, tetapi masih perlu divalidasi,” kata dia, Jumat (10/4/2026).

Menurut Marshall, pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang, mencatat sebanyak 531 kasus baru HIV sepanjang 2025.

Jumlah tersebut disebut sebagai pola tahunan yang relatif stabil, dengan temuan kasus yang konsisten berada di kisaran lima ratusan setiap tahun. Bahkan, angka tersebut merupakan rata-rata kasus baru yang berhasil ditemukan setiap tahun.

“Kalau tahun 2024 saya belum lihat datanya. Tetapi jumlah tersebut rata-rata kasus baru yang kami temukan setiap tahun, selalu di angka lima ratusan,” jelasnya.

Lanjut dia, angka tersebut berpotensi lebih tinggi dari yang tercatat. Pasalnya, tidak semua kelompok masyarakat dapat dijangkau untuk dilakukan pemeriksaan HIV.

“Kemungkinan jauh lebih banyak, karena ada beberapa kelompok yang sulit disentuh sehingga tidak bisa dilakukan pemeriksaan,” kata dia.

Selama ini, Dinkes lebih banyak menemukan kasus melalui skrining pada ibu hamil. Pemeriksaan HIV menjadi bagian dari prosedur wajib dalam layanan kesehatan ibu hamil.

“Kami bisanya melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil. Dari situ kami banyak menemukan kasus,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satu Jam di Lingkungan Warga, Bhabinkamtibmas Tompokersan Ajak Warga Cegah DBD dari Rumah

25 September 2026 - 10:05 WIB

192 Balita di Lumajang Terserang Pneumonia pada Agustus 2026

25 September 2026 - 09:02 WIB

Kasus ISPA Lumajang Turun Setelah April, tapi Juli Kembali Naik 4.821 Kasus

23 September 2026 - 09:48 WIB

Disabilitas Lampaui Batas, Ria Yulianti Bawa Harapan Lumajang ke Asian Para Games

13 September 2026 - 12:15 WIB

RSUD dr Haryoto: BPJS dan Umum Hanya Beda Cara Bayar, Bagaimana Memastikan Layanannya Setara?

4 September 2026 - 08:51 WIB

Anak Susah Makan hingga Takut Nasi, Allia Kids Buka Layanan Pendampingan di Lumajang

31 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga