Lumajang, – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mencatat temuan sementara sebanyak 136 kasus baru HIV hingga Maret 2026. Namun, ratusan kasus tersebut masih menunggu proses validasi sebelum ditetapkan sebagai data resmi.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes P2KB Lumajang, dr. Marshall, mengatakan data tersebut merupakan hasil deteksi awal sepanjang triwulan pertama tahun ini.
“Hingga Maret 2026 sudah ditemukan 136 kasus, tetapi masih perlu divalidasi,” kata dia, Jumat (10/4/2026).
Menurut Marshall, pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang, mencatat sebanyak 531 kasus baru HIV sepanjang 2025.
Jumlah tersebut disebut sebagai pola tahunan yang relatif stabil, dengan temuan kasus yang konsisten berada di kisaran lima ratusan setiap tahun. Bahkan, angka tersebut merupakan rata-rata kasus baru yang berhasil ditemukan setiap tahun.
“Kalau tahun 2024 saya belum lihat datanya. Tetapi jumlah tersebut rata-rata kasus baru yang kami temukan setiap tahun, selalu di angka lima ratusan,” jelasnya.
Lanjut dia, angka tersebut berpotensi lebih tinggi dari yang tercatat. Pasalnya, tidak semua kelompok masyarakat dapat dijangkau untuk dilakukan pemeriksaan HIV.
“Kemungkinan jauh lebih banyak, karena ada beberapa kelompok yang sulit disentuh sehingga tidak bisa dilakukan pemeriksaan,” kata dia.
Selama ini, Dinkes lebih banyak menemukan kasus melalui skrining pada ibu hamil. Pemeriksaan HIV menjadi bagian dari prosedur wajib dalam layanan kesehatan ibu hamil.
“Kami bisanya melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil. Dari situ kami banyak menemukan kasus,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan