Tak Bisa Sajikan Teh Hangat, Pedagang Bakso di Lumajang Kehilangan Pelanggannya - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Bisnis · 10 Apr 2026 11:10 WIB ·

Tak Bisa Sajikan Teh Hangat, Pedagang Bakso di Lumajang Kehilangan Pelanggannya


 Tak Bisa Sajikan Teh Hangat, Pedagang Bakso di Lumajang Kehilangan Pelanggannya Perbesar

Lumajang, – Kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Lumajang, berdampak langsung pada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Pedagang makanan kini harus menyesuaikan layanan mereka akibat terbatasnya pasokan gas bersubsidi.

Diki Adi Saputra, pengelola warung bakso di kawasan Stadion Toga, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kepuharjo, mengaku kehilangan belasan pelanggan setiap hari karena tidak lagi menyediakan minuman hangat.

“Teh panas sama jeruk panas tidak ada. Soalnya tabung sulit didapatkan, jadi tidak bisa masak air,” kata Diki saat ditemui, Jumat (10/4/2026).

Ia mengatakan, selama empat hari terakhir hanya mengandalkan satu tabung gas untuk menjaga kuah bakso tetap panas. Akibatnya, pelanggan yang biasanya memesan minuman hangat terutama pada malam hari tidak lagi dilayani.

“Biasanya sehari ada 10 sampai 15 pembeli minuman hangat. Sekarang tidak bisa dilayani,” ujarnya.

Menurut Diki, kondisi tersebut menyebabkan penurunan pendapatan. Ia memperkirakan kehilangan sekitar Rp 30 ribu per hari dari penjualan minuman hangat saja.

“Kalau satu minuman Rp 3 ribu, dikali 10 pembeli saja sudah Rp 30 ribu,” katanya.

Dalam kondisi normal, Diki menggunakan dua tabung elpiji 3 kilogram untuk operasional. Namun sejak pasca-Lebaran, ia kesulitan mendapatkan gas bersubsidi dan terpaksa beralih ke tabung non-subsidi berukuran 5 kilogram dengan harga sekitar Rp 90 ribu.

Ia juga mengaku telah mencari elpiji hingga radius dua kilometer dari lokasi usahanya, namun tidak menemukan stok tersedia.

“Kalau harga sebenarnya masih di kisaran Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu, tapi barangnya tidak ada,” kata Diki.

Meski biaya operasional meningkat, Diki belum menaikkan harga bakso yang dijualnya. Ia berharap pasokan elpiji segera kembali normal agar usahanya bisa berjalan seperti biasa.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lumajang, Muhammad Ridha, mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kelangkaan elpiji 3 kilogram tersebut.

“Teman-teman dari OPD dan aparat penegak hukum sedang turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh bagian ekonomi,” kata Ridha.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Halal Bihalal Kadin Lumajang–Sidoarjo, Pertanyakan Minimnya Kekompakan Pengusaha Lokal

11 April 2026 - 16:54 WIB

Produsen Tempe Lumajang Hadapi Dilema, Jaga Kualitas atau Tekan Biaya

8 April 2026 - 11:46 WIB

Kambing Melimpah, Harga Jatuh, Dampak Peralihan Usaha Peternak Pasca PMK

7 April 2026 - 10:30 WIB

Harga Plastik Naik, Efek Domino Sampai ke Es Batu di Lumajang

6 April 2026 - 16:46 WIB

Ketergantungan Pasar Luar Daerah Jadi Penentu Harga Ternak di Lumajang

6 April 2026 - 16:24 WIB

Cabe Jamu Naik Daun, Petani Lumajang Kebanjiran Order

3 April 2026 - 15:42 WIB

Trending di Bisnis