Lumajang, – Penguatan pendidikan vokasi menjadi salah satu fokus utama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lumajang dalam menghadapi tantangan dunia industri ke depan.
Hal ini mengemuka dalam Musyawarah Kabupaten ke-VII (Muskab VII) tahun 2026 yang digelar di Hotel Aston Lumajang, Selasa (21/4/2026).
Ketua Kadin Lumajang Agus Setiawan mengatakan, kebutuhan tenaga kerja yang siap pakai menjadi isu krusial di tengah perkembangan sektor industri. Menurut dia, masih banyak perusahaan yang harus memberikan pelatihan tambahan kepada lulusan baru sebelum mereka benar-benar siap bekerja.
“Kondisi ini tentu menambah biaya bagi pelaku usaha, karena perusahaan harus melakukan pelatihan ulang,” katanya.
Lanjut dia, penguatan program vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri dapat menjadi solusi atas persoalan tersebut. “Dengan sistem yang lebih terarah, lulusan pendidikan diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, utamanya di Kabupaten Lumajang,” jelasnya.
Selain berdampak pada kesiapan tenaga kerja, Agus menyebut integrasi vokasi dengan industri berpotensi menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha di daerah.
Di sisi lain, Kadin Lumajang juga terus memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai program pembinaan.
“Upaya tersebut dilakukan melalui kurasi produk dan pendampingan usaha agar pelaku UMKM mampu meningkatkan kualitas serta memperluas akses pasar,” tuturnya.
Agus menambahkan, Kadin Lumajang saat ini telah memiliki konsultan vokasi tingkat nasional yang diharapkan dapat memperkuat program pengembangan sumber daya manusia di daerah.
“Yang tentunya, keberadaan tenaga ahli tersebut penting dalam merancang sistem pelatihan yang selaras dengan kebutuhan industri,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan