Berawal dari Botol Bekas, Arif Kini Panen 7 Kuintal Selada Setiap 40 Hari - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Bisnis · 23 Apr 2026 07:43 WIB ·

Berawal dari Botol Bekas, Arif Kini Panen 7 Kuintal Selada Setiap 40 Hari


 Berawal dari Botol Bekas, Arif Kini Panen 7 Kuintal Selada Setiap 40 Hari Perbesar

Lumajang, – Di tengah tren pertanian modern, nama Arif Hermawan mulai dikenal sebagai salah satu pelaku usaha hidroponik yang sukses di Kabupaten Lumajang.

Di usia 28 tahun, ia mampu membuktikan bahwa bertani tidak harus selalu identik dengan lumpur dan sawah luas.

Di lahan berukuran 18 x 22 meter, Arif kini memanen lebih dari 7 kuintal selada setiap 40 hari. Angka itu bukan sekadar produksi, tetapi juga simbol perjalanan panjang penuh jatuh bangun.

“Karena pesanan tambah banyak, akhirnya saya putuskan berhenti dari pekerjaan sebelumnya dan fokus ke hidroponik,” katanya, Jumat (23/4/2026).

Empat tahun lalu, semua bermula dari kegagalan sederhana menggunakan botol bekas. Namun kegagalan itu justru menjadi pijakan untuk belajar lebih dalam.

Dengan latar belakang pendidikan ekonomi syariah, Arif tidak memiliki bekal teknis di bidang pertanian. Ia mengandalkan internet, seminar, dan eksperimen langsung sebagai guru utamanya.

Perjalanan tersebut membawanya pada sistem hidroponik yang lebih matang. Dari 340 lubang tanam di loteng rumah, berkembang menjadi ribuan lubang di lahan yang lebih luas.

Kini, omzet yang ia raih mencapai sekitar Rp 21 juta per panen, dengan keuntungan bersih sekitar Rp 15 juta. Permintaan pasar yang terus meningkat bahkan membuatnya kewalahan memenuhi pesanan.

“Sekarang kami justru kekurangan bahan baku karena saking banyaknya pesanan yang masuk,” ujarnya.

Program Makan Bergizi Gratis turut menjadi faktor pendorong meningkatnya kebutuhan sayuran segar. Dalam kondisi ini, Arif melihat peluang sekaligus tantangan besar.

Namun di balik keberhasilan finansial, Arif tetap memegang prinsip berbagi. Ia aktif membina mitra dan mendorong mereka untuk mandiri.

“Saya ingin mereka besar karena kemampuan mereka sendiri,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Gemuruh Tumpak Sewu ke Lembaran Batik, Cara Lumajang Merawat Identitas Daerah

31 Juli 2026 - 09:24 WIB

Harga Sapi Besar di Lumajang Tembus Rp 30 Juta per Ekor

21 Mei 2026 - 13:07 WIB

Harga Pertamina Dex Naik, Pengusaha Pasir Lumajang Kelimpungan

7 Mei 2026 - 11:46 WIB

Ketika Gitar Tak Lagi Sekadar Alat Musik, Sentuhan Seni Bung Tiok Jadi Buruan Kolektor Dunia

3 Mei 2026 - 07:49 WIB

Halal Bihalal Kadin Lumajang–Sidoarjo, Pertanyakan Minimnya Kekompakan Pengusaha Lokal

11 April 2026 - 16:54 WIB

Tak Bisa Sajikan Teh Hangat, Pedagang Bakso di Lumajang Kehilangan Pelanggannya

10 April 2026 - 11:10 WIB

Trending di Bisnis