Wisatawan Mancanegara Lumajang Tertinggi di Jawa Timur - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 26 Apr 2026 18:13 WIB ·

Lumajang Pimpin Wisman Jatim, Pariwisata Jadi Mesin Ekonomi Baru Daerah


 Lumajang Pimpin Wisman Jatim, Pariwisata Jadi Mesin Ekonomi Baru Daerah Perbesar

Lumajang Pimpin Kunjungan Wisman Jawa Timur

Kinerja pariwisata Lumajang menunjukkan lonjakan signifikan. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengumumkan bahwa Lumajang menempati peringkat pertama tujuan wisatawan mancanegara (wisman) di Jawa Timur. Posisi ini mengungguli Surabaya, Malang, Banyuwangi, dan Bondowoso.

“Capaian ini menunjukkan arah pengembangan pariwisata mulai menghasilkan dampak nyata,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Pencapaian ini tidak hanya soal peringkat. Lebih dari itu, Lumajang mulai menggeser peran pariwisata dari sektor pendukung menjadi penggerak ekonomi daerah.

Selain itu, sektor ini langsung terhubung dengan aktivitas masyarakat, terutama UMKM dan layanan lokal.


Data Kunjungan dan Kekuatan Destinasi

Data Dinas Pariwisata menunjukkan total kunjungan Triwulan I 2026 mencapai 476.062 wisatawan. Angka ini melampaui target 450.000 kunjungan.

Sebagian besar berasal dari wisatawan nusantara (460.036 orang). Namun demikian, kunjungan wisman mencapai 16.026 orang dan terus menunjukkan tren positif.

Distribusi kunjungan juga meningkat tajam. Januari mencatat 132.244 kunjungan, lalu Februari turun ke 60.992. Setelah itu, Maret melonjak menjadi 282.826 kunjungan.

Lonjakan ini menandakan promosi dan momentum kunjungan mulai selaras.

Dari sisi destinasi, Pantai Watu Pecak mencatat kunjungan tertinggi. Selain itu, Tumpak Selo, Selokambang, dan Tirtosari juga menunjukkan performa kuat.

Namun, Air Terjun Tumpak Sewu menjadi magnet utama wisatawan mancanegara dengan 15.908 kunjungan.

Karena itu, pemerintah melihat perlunya pemerataan pengembangan destinasi agar dampak ekonomi lebih luas.


Dampak Langsung ke Ekonomi Masyarakat

Peningkatan kunjungan langsung menggerakkan ekonomi lokal. Pemandu wisata, pelaku UMKM, hingga penyedia transportasi merasakan dampaknya.

Dedi, pemandu wisata lokal, mengaku kini lebih sering melayani wisatawan asing.

“Sekarang tamu asing mulai rutin datang. Kami belajar bahasa dan cara melayani. Ada kebanggaan karena bisa memperkenalkan Lumajang,” ujarnya.

Di sisi lain, pelaku UMKM juga merasakan peningkatan aktivitas. Irma, pedagang lokal, menyebut kunjungan wisata ikut menggerakkan penjualan.

“Kalau wisatawan ramai, dagangan ikut laku. Tidak besar, tapi terasa membantu ekonomi keluarga,” katanya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pariwisata mulai terhubung langsung dengan kehidupan masyarakat.


Tantangan dan Arah Pengembangan ke Depan

Meski pertumbuhan terlihat kuat, pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa destinasi seperti Ranu Pani dan Ranu Regulo belum beroperasi optimal.

Karena itu, pemerintah mendorong pemerataan pengembangan destinasi.

Selain itu, kualitas layanan dan kapasitas pelaku usaha juga perlu ditingkatkan agar mampu mengikuti pertumbuhan kunjungan.

Dalam konteks kebijakan, pemerintah terus membuka kolaborasi dengan pelaku usaha dan masyarakat.

“Kami ingin pertumbuhan ini dijaga bersama melalui kolaborasi yang kuat,” tegas Bupati.

Ke depan, pemerintah akan fokus pada keberlanjutan. Pertumbuhan pariwisata harus berjalan seimbang dengan pelestarian lingkungan.


Fondasi Ekonomi Baru Lumajang

Secara keseluruhan, pariwisata Lumajang mulai membentuk struktur ekonomi baru. Wisatawan nusantara menjaga volume kunjungan, sementara wisman meningkatkan nilai ekonomi dan eksposur global.

Dengan fondasi ini, Lumajang tidak hanya mencatat pertumbuhan. Daerah ini juga membangun model pariwisata yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wabup Yudha Dorong Pramuka Lumajang Terapkan Konsep Learning, Creating, and Solving

15 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Pesan Bupati Lumajang: Jauhi Narkoba, Miras, dan Polarisasi Digital

14 Agustus 2026 - 12:43 WIB

TMMD ke-129 Ditutup di Lumajang, 840 Meter Jalan Rabat Beton dan 11 Program Warga Tuntas

13 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Tiga Tahun Menatap Langit, Balai Desa Pandansari Masih Menunggu Genteng Pulang

11 Agustus 2026 - 18:45 WIB

DPMD Lumajang Belum Terima Laporan Terbaru Pemasangan CCTV, WiFi Dusun dan PJU

11 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Keluarga Pasien Meninggal di RSUD Haryoto: Setelah Meninggal Tak Ada Penjelasan dari Rumah Sakit

10 Agustus 2026 - 19:37 WIB

Trending di Daerah