Penguatan Karakter Siswa Lumajang dalam Pendidikan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 26 Apr 2026 18:19 WIB ·

Lumajang Perkuat Karakter Siswa, Sekolah Didorong Bangun Budaya dari Kebiasaan Harian


 Lumajang Perkuat Karakter Siswa, Sekolah Didorong Bangun Budaya dari Kebiasaan Harian Perbesar

Karakter Dibangun dari Kebiasaan, Bukan Sekadar Program

Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa sekolah harus membangun karakter siswa melalui kebiasaan harian. Karena itu, pendekatan program semata tidak lagi cukup.

Penegasan ini muncul dalam Lokakarya Refleksi Penguatan Kepemimpinan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama INOVASI di Aston Inn Lumajang, 21–22 April 2026.

Forum ini mengajak pemimpin sekolah untuk menyelaraskan kebijakan dengan praktik nyata. Selain itu, peserta juga mengevaluasi sejauh mana nilai karakter sudah hadir dalam keseharian di sekolah.

Pelaksana Tugas Kepala Dindikbud Lumajang, Patria Dwi Hastiadi, menekankan bahwa tantangan utama terletak pada implementasi.

“Penguatan karakter harus hadir dalam praktik sehari-hari, mulai dari pengelolaan sekolah hingga interaksi antarwarga,” ujarnya.


Keteladanan dan Budaya Sekolah Jadi Kunci

Ia menegaskan bahwa siswa belajar dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, sekolah harus menghadirkan keteladanan dan konsistensi dalam setiap aktivitas.

“Anak belajar dari apa yang mereka lihat setiap hari. Karena itu, budaya sekolah harus mencerminkan nilai positif,” imbuhnya.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah mendorong peran kepala sekolah dan pengawas sebagai penggerak utama. Kepemimpinan yang reflektif dinilai mampu membentuk sistem yang konsisten.

Sebanyak 45 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan pengawas terlibat aktif dalam diskusi. Mereka saling berbagi pengalaman dan praktik baik.

Selain itu, peserta membahas berbagai contoh konkret seperti disiplin, komunikasi positif, dan budaya saling menghargai.


Fokus pada Perubahan Nyata di Sekolah

Pada tahap akhir, setiap sekolah menyusun rencana tindak lanjut berbasis praktik. Dengan demikian, perubahan tidak berhenti pada konsep, tetapi langsung diterapkan.

Rencana tersebut akan diuji dan dievaluasi secara berkala. Langkah ini memastikan penguatan karakter berjalan konsisten.

Pendekatan ini menunjukkan perubahan strategi. Pemerintah kini mendorong pembentukan ekosistem sekolah yang mendukung karakter, bukan sekadar menambah program.

Akhirnya, Lumajang mengarahkan pendidikan tidak hanya pada capaian akademik. Lebih dari itu, sekolah juga membangun nilai dan perilaku sebagai fondasi pembangunan manusia.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SPPG Lumajang Bertambah, Akses Makan Bergizi Gratis untuk Anak Kian Merata

26 April 2026 - 18:57 WIB

Negara Hadir untuk Warga, Lumajang Perkuat Akses Layanan Kesehatan Pasien Penyakit Berat

26 April 2026 - 18:55 WIB

Berbasis Data, Lumajang Arahkan Pariwisata Lebih Tepat Sasaran dan Berdampak Ekonomi

26 April 2026 - 18:54 WIB

Cegah Narkotika dari Rumah, Bupati Lumajang Tekankan Peran Orang Tua sebagai Garda Terdepan

26 April 2026 - 18:51 WIB

Bupati Lumajang Dorong Ruang Digital Sehat, Tekankan Etika dan Kualitas Konten

26 April 2026 - 18:48 WIB

Raih Emas IIF 2026, Siswa Lumajang Buktikan Unggul dan Peduli Lingkungan

26 April 2026 - 18:47 WIB

Trending di Daerah