Pajak Digital Lumajang E-MBLB untuk Transparansi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 5 Mei 2026 18:57 WIB ·

Lumajang Perkuat Pajak Digital, Sistem Terintegrasi Didorong Cegah Kebocoran PAD


 Lumajang Perkuat Pajak Digital, Sistem Terintegrasi Didorong Cegah Kebocoran PAD Perbesar

Digitalisasi Pajak Jadi Prioritas Daerah

Pemerintah Kabupaten Lumajang mempercepat transformasi digital dalam pengelolaan pajak daerah. Langkah ini bertujuan meningkatkan transparansi sekaligus menutup celah kebocoran.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan hal tersebut saat simulasi implementasi E-Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (E-MBLB) Versi 3.0 di Kantor Bupati, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Sistem digital membantu pemerintah mengelola potensi pajak secara lebih akurat dan terukur.

“Digitalisasi ini memastikan pengelolaan pajak lebih transparan dan dapat diawasi secara real-time,” ujarnya.


Sistem Terintegrasi Perkuat Pengawasan

Pemkab Lumajang menggandeng Bank Jatim dan Greatsoft Solution Indonesia untuk mengembangkan sistem E-MBLB terintegrasi. Sistem ini mengelola seluruh proses pajak sektor pertambangan dalam satu platform.

Selain itu, teknologi QR Code digunakan untuk validasi data. Sistem juga menghitung tonase dan tarif pajak secara otomatis.

Di sisi lain, integrasi dengan perbankan mempercepat transaksi dan memastikan seluruh data tercatat secara digital.

Untuk memperkuat pengendalian, pemerintah menerapkan rekening khusus bagi wajib pajak. Dengan cara ini, setiap transaksi langsung tercatat dan risiko manipulasi dapat ditekan.


Teknologi POS dan Target Peningkatan PAD

Pemerintah juga memasang perangkat Point of Sale (POS) di titik strategis. Perangkat ini memantau distribusi material secara langsung dan mencatatnya secara digital.

Langkah ini memperkuat pengawasan lapangan sekaligus meningkatkan akurasi data pajak.

Bupati menegaskan bahwa sistem ini bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, transparansi yang terbangun akan memperkuat kepercayaan masyarakat.

“Dengan sistem terintegrasi, penerimaan daerah bisa meningkat dan kepercayaan publik semakin kuat,” tegasnya.


Menuju Tata Kelola Pajak Modern

Melalui digitalisasi ini, Lumajang mendorong reformasi birokrasi berbasis teknologi. Pemerintah ingin menghadirkan sistem pajak yang lebih modern, efektif, dan berkelanjutan.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memastikan pengelolaan keuangan berjalan lebih transparan dan akuntabel.

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah