Ekonomi Kreatif Lumajang GEKRAFS dan Potensi Usaha - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Daerah · 5 Mei 2026 18:54 WIB ·

Bunda Indah Dorong GEKRAFS Jadi Motor Ekosistem Ekonomi Kreatif Lumajang


 Bunda Indah Dorong GEKRAFS Jadi Motor Ekosistem Ekonomi Kreatif Lumajang Perbesar

GEKRAFS Didorong Jadi Penggerak Ekosistem

Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong pengembangan ekonomi kreatif melalui pendekatan ekosistem yang terintegrasi. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan hal tersebut saat menghadiri pelantikan DPC GEKRAFS Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Minggu (3/5/2026).

Menurutnya, GEKRAFS harus berperan sebagai motor penggerak yang mampu menghubungkan seluruh potensi kreatif. Tanpa keterhubungan, pelaku usaha akan sulit berkembang secara optimal.

“GEKRAFS harus membangun ekosistem yang saling terhubung dan saling menguatkan,” ujarnya.


Keterhubungan Jadi Kunci Daya Saing

Bunda Indah menilai tantangan utama bukan pada kurangnya potensi, melainkan lemahnya koneksi antar pelaku. Akibatnya, banyak produk kreatif belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Karena itu, pemerintah mendorong integrasi dari hulu ke hilir. Proses produksi, inovasi, promosi, hingga distribusi harus saling terhubung dalam satu sistem.

Dengan cara ini, pelaku kreatif tidak hanya berkembang sendiri. Sebaliknya, mereka dapat saling mendukung dan menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

“Ketika pelaku terhubung, inovasi tumbuh dan pasar terbuka lebih luas,” tegasnya.


Kolaborasi dan Program Nyata Jadi Prioritas

Selain itu, GEKRAFS diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang inklusif. Organisasi ini perlu menghubungkan pelaku kreatif dengan pemerintah, dunia usaha, dan pasar.

Bupati juga menekankan pentingnya program kerja yang konkret. Program harus menjawab kebutuhan riil pelaku di lapangan agar manfaatnya terasa langsung.

“Bangun kolaborasi yang kuat dan hadirkan program yang berdampak,” ujarnya.

Sebagai dukungan, pemerintah daerah membuka sinergi lintas sektor melalui perangkat daerah. Langkah ini memperkuat pembinaan, pendampingan, dan akses pasar.


Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Berkelanjutan

Dengan ekosistem yang terintegrasi, Lumajang optimistis ekonomi kreatif dapat berkembang lebih cepat. Selain itu, sektor ini berpotensi membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pendekatan kolaboratif ini juga memperkuat daya saing produk lokal di tengah pasar yang semakin kompetitif.

Akhirnya, Lumajang menempatkan ekonomi kreatif sebagai sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Usai Segoro Topeng Kaliwungu, Pemkab Lumajang Ajak Masyarakat Bersihkan Pantai Watu Pecak

29 Juni 2026 - 18:56 WIB

Hadiah Umroh Antar Desa Purwosono Raih Predikat Lunas PBB Sembilan Tahun Berturut-turut

29 Juni 2026 - 16:05 WIB

Tak Berhenti di Panggung, Pemkab Lumajang Tutup Segoro Topeng dengan Aksi Bersih Pantai

28 Juni 2026 - 22:21 WIB

Kelangkaan Solar Subsidi di Lumajang Berdampak pada Aktivitas Angkutan Pasir

26 Juni 2026 - 11:47 WIB

Ojol dan PKL Jadi Prioritas, Pemkab Lumajang Biayai BPJS Ketenagakerjaan bagi 9.000 Buruh Rentan

26 Juni 2026 - 11:03 WIB

Bupati Lumajang Tegur Kepala OPD yang Keluhkan Anggaran: Tak Siap, Bisa Diganti

25 Juni 2026 - 12:03 WIB

Trending di Daerah