Organisasi Keagamaan Perkuat Ekosistem Sosial
Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong organisasi keagamaan untuk mengambil peran lebih luas dalam pembangunan. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan hal tersebut saat menerima kunjungan LDII di Kantor Bupati, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan sosial. Kedekatan dengan masyarakat membuat peran mereka sangat efektif dalam membangun nilai dan karakter.
“Organisasi keagamaan tidak hanya berperan dalam pembinaan spiritual, tetapi juga dalam penguatan sosial masyarakat,” tegasnya.
Dorong Pemberdayaan SDM dan Ekonomi Umat
Selain memperkuat nilai keagamaan, organisasi keagamaan juga berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah mendorong kontribusi pada pendidikan, pelatihan, dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas.
Dengan pendekatan ini, organisasi keagamaan tidak hanya menjadi pusat pembinaan, tetapi juga motor pemberdayaan ekonomi umat.
Menurut Bunda Indah, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci pembangunan yang merata. Oleh sebab itu, organisasi keagamaan perlu terlibat aktif dalam program-program daerah.
“Kontribusi organisasi keagamaan bisa diperluas untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Lumajang membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Sinergi ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi di masyarakat.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor akan memperkuat daya tahan sosial di tingkat akar rumput. Pendekatan ini juga memastikan pembangunan tidak hanya bersifat struktural, tetapi menyentuh nilai dan kemandirian masyarakat.
“Kolaborasi penting agar pembangunan benar-benar berdampak dan berkelanjutan,” jelasnya.
Akhirnya, Lumajang berkomitmen menjadi fasilitator dalam membangun kerja sama yang inklusif. Dengan langkah ini, pembangunan diharapkan semakin adil, merata, dan berorientasi pada kesejahteraan umat.
Tinggalkan Balasan