Organisasi Keagamaan Lumajang Ekonomi Umat Berdaya - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 5 Mei 2026 19:01 WIB ·

Bupati Lumajang Dorong Peran Organisasi Keagamaan Perkuat Ekonomi dan Sosial Umat


 Bupati Lumajang Dorong Peran Organisasi Keagamaan Perkuat Ekonomi dan Sosial Umat Perbesar

Organisasi Keagamaan Perkuat Ekosistem Sosial

Pemerintah Kabupaten Lumajang mendorong organisasi keagamaan untuk mengambil peran lebih luas dalam pembangunan. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan hal tersebut saat menerima kunjungan LDII di Kantor Bupati, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, organisasi keagamaan memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan sosial. Kedekatan dengan masyarakat membuat peran mereka sangat efektif dalam membangun nilai dan karakter.

“Organisasi keagamaan tidak hanya berperan dalam pembinaan spiritual, tetapi juga dalam penguatan sosial masyarakat,” tegasnya.


Dorong Pemberdayaan SDM dan Ekonomi Umat

Selain memperkuat nilai keagamaan, organisasi keagamaan juga berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah mendorong kontribusi pada pendidikan, pelatihan, dan pengembangan ekonomi berbasis komunitas.

Dengan pendekatan ini, organisasi keagamaan tidak hanya menjadi pusat pembinaan, tetapi juga motor pemberdayaan ekonomi umat.

Menurut Bunda Indah, keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci pembangunan yang merata. Oleh sebab itu, organisasi keagamaan perlu terlibat aktif dalam program-program daerah.

“Kontribusi organisasi keagamaan bisa diperluas untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya.


Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan Berkelanjutan

Pemerintah Kabupaten Lumajang membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Sinergi ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi di masyarakat.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor akan memperkuat daya tahan sosial di tingkat akar rumput. Pendekatan ini juga memastikan pembangunan tidak hanya bersifat struktural, tetapi menyentuh nilai dan kemandirian masyarakat.

“Kolaborasi penting agar pembangunan benar-benar berdampak dan berkelanjutan,” jelasnya.

Akhirnya, Lumajang berkomitmen menjadi fasilitator dalam membangun kerja sama yang inklusif. Dengan langkah ini, pembangunan diharapkan semakin adil, merata, dan berorientasi pada kesejahteraan umat.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ratih Damayanti, Dorong Kesadaran Lingkungan Berbasis Keagamaan

5 Mei 2026 - 21:01 WIB

Pendekatan Humanis, Lumajang Padukan Program Sosial dan Nilai Keagamaan

5 Mei 2026 - 18:58 WIB

Lumajang Perkuat Pajak Digital, Sistem Terintegrasi Didorong Cegah Kebocoran PAD

5 Mei 2026 - 18:57 WIB

Bunda Indah Dorong GEKRAFS Jadi Motor Ekosistem Ekonomi Kreatif Lumajang

5 Mei 2026 - 18:54 WIB

Hardiknas 2026, Lumajang Dorong Sekolah Inklusif dan Bebas Perundungan

5 Mei 2026 - 18:52 WIB

Korban Kebakaran di Bodang Bangkit, Solidaritas Warga Lumajang Jadi Kekuatan Utama

5 Mei 2026 - 18:51 WIB

Trending di Daerah