Pamit Minta Didoakan Sebelum Carok, Abdul Karim Pulang Tinggal Nama - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Kriminal · 22 Mei 2026 12:43 WIB ·

Pamit Minta Didoakan Sebelum Carok, Abdul Karim Pulang Tinggal Nama


 Pamit Minta Didoakan Sebelum Carok, Abdul Karim Pulang Tinggal Nama Perbesar

Lumajang, – Permintaan doa yang disampaikan Abdul Karim Marzuki (55) kepada istrinya, Saniyeh, kini menjadi kenangan terakhir sebelum dirinya meninggal dunia dalam duel carok di Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang.

Sebelum berangkat menuju kebun sengon tempat duel berlangsung, Abdul Karim sempat berpamitan kepada sang istri. Ia meminta doa agar diberi keselamatan.

Permintaan itu semula tidak terlalu dipikirkan Saniyeh. Namun beberapa saat kemudian, firasat buruk mulai muncul setelah mengetahui suaminya pergi menemui Wasil (44), pria yang kemudian terlibat duel dengannya.

Karena merasa khawatir, Saniyeh akhirnya menyusul ke lokasi kejadian yang berada tidak jauh dari rumah mereka. Setibanya di kebun sengon tersebut, ia mendapati Abdul Karim dan Wasil sudah dalam kondisi terluka.

Keduanya terlihat duduk lemah usai terlibat duel menggunakan senjata tajam. Namun situasi mendadak berubah ketika adik Wasil datang menghampiri Abdul Karim.

Di depan mata Saniyeh, pria tersebut menyerang Abdul Karim yang saat itu sudah mengalami luka. Saniyeh mengaku hanya bisa berteriak meminta agar aksi itu dihentikan.

“Jangan dek, itu sudah sama-sama luka, sama parahnya,” ujar Saniyeh, Jumat (22/5/2026).

Namun permintaan itu tidak dihiraukan. Abdul Karim mengalami luka di bagian kepala hingga akhirnya terjatuh di lokasi kejadian.

Dalam kondisi panik, Saniyeh yang saat itu juga tengah menggendong cucu mengaku tidak mampu mendekat untuk menolong suaminya.

“Saya sambil gendong cucu, enggak bisa mendekat,” katanya.

Melihat kondisi Abdul Karim yang semakin melemah, Saniyeh bergegas pulang untuk mengambil kain gendongan. Ia berniat membawa suaminya ke rumah sakit agar segera mendapat pertolongan medis.

“Saya pulang mau ambil gendongan untuk bawa suami saya ke rumah sakit,” ucapnya.

Namun harapan itu pupus. Saat kembali ke lokasi, Abdul Karim sudah meninggal dunia.
“Saya kembali lagi ke sana, ternyata suami saya sudah meninggal,” lanjutnya dengan suara bergetar.

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Hari Dianiaya di Gardu dan Sawah, Anak di Lumajang Diancam Dihabisi Jika Lapor Polisi

27 Agustus 2026 - 13:18 WIB

Dapur MBG Diklaim Dijual Rp350 Juta, Pemilik Bantah Pernah Beri Mandat

22 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Canda Ayu: BAP Saksi Kasus Dugaan Penipuan MBG Sudah Berjalan

22 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Makelar Motor Diduga Tipu 20 Orang di Lumajang, Ditangkap Saat Mau Kabur

20 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Kerugian Rp350 Juta, Kasus Dugaan Penipuan MBG Lumajang Masuk Tahap BAP

19 Agustus 2026 - 18:21 WIB

Isu Hakim PN Lumajang Diduga Konsumsi Narkoba Mencuat, Ketua PN Gelar Rapat Internal

18 Agustus 2026 - 14:58 WIB

Trending di Kriminal