Lumajang, – Temuan ulat dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Madurejo 2 masih menyisakan pertanyaan.
Kini, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lumajang setelah evaluasi menemukan persoalan pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) milik sejumlah mitra pengelola dapur.
Koordinator SPPG Badan Gizi Nasional di Kabupaten Lumajang, Dela Ayu Faradhika, mengatakan penghentian operasional enam SPPG tersebut dilakukan karena fasilitas IPAL yang dimiliki sejumlah mitra belum memenuhi standar yang ditetapkan.
“Enam SPPG tersebut ditutup sementara karena IPAL yang belum sesuai standar. Penutupan sementara akan dicabut setelah mitra SPPG memenuhi dan memperbaiki IPAL sesuai ketentuan,” kata Dela saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Dela, selama penghentian operasional berlangsung, distribusi Program Makan Bergizi Gratis kepada siswa dan penerima manfaat lainnya juga dihentikan.
“Untuk sementara tidak ada distribusi MBG untuk siswa atau penerima manfaat,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai kasus MBG yang sempat viral karena ditemukan ulat dalam menu makanan siswa di Lumajang, Dela membenarkan kejadian tersebut.
“Betul, Mas,” katanya singkat.
Penutupan sementara enam SPPG itu disebut merupakan hasil evaluasi Badan Gizi Nasional yang mengacu pada petunjuk teknis tata kelola penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026.
Evaluasi dilakukan secara berjenjang melalui kepala SPPG tingkat provinsi, kabupaten hingga wilayah.
Ketua Satgas MBG Lumajang, Agus Triyono, mengatakan dirinya tidak mengetahui secara rinci dasar keputusan penghentian operasional enam SPPG tersebut. Menurut dia, keputusan itu merupakan hasil evaluasi internal Badan Gizi Nasional.
“Mohon maaf saya tidak mengetahui hal itu. Itu murni hasil evaluasi BGN secara berjenjang melalui Kepala SPPG, koordinasi kecamatan, kabupaten dan wilayah. Silakan konfirmasi ke BGN,” kata Agus.
Meski demikian, Agus menduga persoalan tata kelola limbah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi hasil evaluasi tersebut.
“Dugaan saya kemungkinan karena tata kelola limbah yang belum sesuai ketentuan. Ada sebagian mitra pengelola dapur yang mengabaikan rekomendasi dari tim Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan DPKP terkait persyaratan SLHS,” jelasnya.
Ia mengatakan penghentian operasional enam SPPG itu akan berdampak langsung terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis karena seluruh pembiayaan program berasal dari Badan Gizi Nasional.
“Ya jelas berdampak. Kecuali kalau mereka pemilik dapur tetap memasak meskipun tidak mendapat anggaran dari BGN. Anggarannya kan dari BGN, jika yang punya anggaran menghentikan ya sah-sah saja,” tuturnya.
Sebelumnya, video temuan ulat dalam menu Program Makan Bergizi Gratis di SD Negeri Madurejo 2, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, seekor ulat terlihat merayap pada potongan ayam yang hendak disantap seorang siswa pada Kamis, 7 Mei 2026.
Tinggalkan Balasan