Siswa SMP PGRI Sukodono yang Tewas Diduga Dianiaya Dikenal Pendiam dan Aktif Mengaji - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Kriminal · 3 Jul 2026 23:04 WIB ·

Siswa SMP PGRI Sukodono yang Tewas Diduga Dianiaya Dikenal Pendiam dan Aktif Mengaji


 Siswa SMP PGRI Sukodono yang Tewas Diduga Dianiaya Dikenal Pendiam dan Aktif Mengaji Perbesar

Lumajang, – Kematian MI (16), siswa SMP PGRI Sukodono, Kabupaten Lumajang, membuka fakta lain di balik penyelidikan dugaan penganiayaan antarsiswa yang kini ditangani kepolisian.

Korban, yang meninggal dunia sekitar satu bulan setelah diduga dipukul teman sekelasnya, dikenal sebagai pribadi pendiam, tidak pernah bermasalah di sekolah, serta aktif mengikuti kegiatan keagamaan.

Kepala SMP PGRI Sukodono, Yunita Wahyuningsih, mengatakan selama tiga tahun menempuh pendidikan di sekolah tersebut, MI dikenal memiliki perilaku baik dan mampu bergaul dengan teman-temannya.

“Dia pintar mengaji, menonjol dalam hal keagamaan,” kata Yunita.

Keterangan serupa disampaikan kakak korban, Ahmad Dani. Menurut dia, adiknya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sepulang sekolah dan rutin mengikuti kegiatan mengaji.

Di sisi lain, polisi mengungkap kronologi dugaan penganiayaan yang diduga menjadi awal dari memburuknya kondisi korban.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lumajang, Rahmat, mengatakan peristiwa itu bermula ketika korban beberapa kali memindahkan kursi dan meja milik teman sekelasnya yang berinisial S. Akibat kejadian tersebut, pelaku sempat mendapat teguran dari guru.

“Jadi dari rentetan kejadian itu tersangka jengkel ke korban dan langsung dipukuli,” ujar Rahmat.

Menurut Rahmat, pelaku diduga memukul korban sebanyak tiga kali. Salah satu pukulan menyebabkan kepala korban membentur dinding ruang kelas. Akibatnya, korban mengalami luka pada bagian bibir dan mengeluhkan sakit kepala setelah kejadian.

Sekitar satu bulan kemudian, kondisi korban memburuk hingga harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr Haryoto Lumajang. MI akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan.

Rahmat menegaskan perkara tersebut tidak dikategorikan sebagai perundungan atau bullying. Penyidik menilai kasus itu merupakan tindak kekerasan terhadap anak.

“Ini bukan bullying, tapi kekerasan terhadap anak,” kata Rahmat.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sesudah Dugaan Bullying, Mediasi Sekolah Memantik Polemik Baru

1 Juli 2026 - 16:58 WIB

Siswa SMP di Lumajang Diduga Tewas Akibat Bullying, Polisi Tetapkan Satu Teman Sekelas Tersangka

30 Juni 2026 - 19:18 WIB

Polda Jatim Jerat Ayah Kandung dengan Pasal Pemberatan, Ancaman 15 Tahun Penjara

30 Juni 2026 - 19:03 WIB

Video Oknum Polisi Diduga Konsumsi Sabu Viral, Polres Jember Sebut Anggota Sudah Disanksi

30 Juni 2026 - 18:40 WIB

Kejanggalan Bertumpuk, Tersangka Tak Kunjung Muncul dalam Kasus Kematian Nisarofatin

30 Juni 2026 - 14:02 WIB

Puluhan Ribu Pil Logo Y Disita di Lumajang, Peredaran Okerbaya Diduga Tak Lagi Sporadis

23 Juni 2026 - 10:10 WIB

Trending di Kriminal