Ribuan Peziarah Piodalan Gerakkan Ekonomi Warga Desa Senduro - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Ekonomi · 9 Jul 2026 13:56 WIB ·

Ribuan Peziarah Piodalan Gerakkan Ekonomi Warga Desa Senduro


 Ribuan Peziarah Piodalan Gerakkan Ekonomi Warga Desa Senduro Perbesar

 Lumajang, – Rangkaian Piodalan di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Desa Senduro, Kabupaten Lumajang, tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Hindu.

Arus kedatangan peziarah selama pelaksanaan upacara juga memberi dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Selama kegiatan yang berlangsung sejak 29 Juni hingga 10 Juli 2026, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencatat kenaikan penjualan.

Peningkatan jumlah pengunjung turut menggerakkan sektor jasa, mulai dari parkir, penitipan kendaraan, hingga penyewaan homestay milik warga.

Hendra, pedagang camilan khas Senduro, mengatakan penjualan keripik dan ting-ting jahe yang diproduksinya meningkat tajam selama Piodalan.

Produk tersebut banyak dibeli peziarah yang datang dari Bali, Banyuwangi, maupun sejumlah daerah di luar Pulau Jawa.

“Biasanya saya jualan paling laku Rp300 ribu sampai Rp500 ribu per hari. Tapi selama Piodalan, bisa sampai Rp2 juta sehari. Kalau dikalkulasi 12 hari, totalnya lebih dari Rp20 juta,” katanya, Kamis (9/7/2026).

Tidak hanya pedagang makanan, stan yang menjual kerajinan tangan, pakaian adat, dan minuman herbal di sekitar kawasan pura juga dipadati pembeli.

Kehadiran lebih dari 15.000 pengunjung selama 12 hari pelaksanaan kegiatan menciptakan perputaran ekonomi yang meningkat di tingkat desa.

Momentum tersebut dimanfaatkan warga dengan membuka berbagai usaha sementara. Selain menjual makanan dan minuman, sebagian warga menyediakan jasa parkir dan penitipan kendaraan untuk melayani kebutuhan peziarah.

Sektor akomodasi turut menikmati dampak serupa. Keterbatasan penginapan formal di kawasan Senduro membuat homestay milik warga menjadi pilihan utama bagi para peziarah yang datang dari berbagai daerah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh mesia ini, selama pelaksanaan kegiatan yang berlangsung pada 29 Juni sampai 10 Juli 2026, jumlah kunjungan umat Hindu mencapai lebih dari 1.500 orang setiap hari. Tingginya jumlah tamu membuat tingkat hunian homestay warga meningkat signifikan.

Riki, pemilik homestay di Desa Senduro, mengatakan seluruh 20 kamar yang dikelolanya terisi penuh selama 12 hari berturut-turut.

Dengan tarif sewa berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per malam, ia memperoleh pendapatan sekitar Rp35 juta sepanjang pelaksanaan acara.

“Alhamdulillah, dari homestay saja, saya bisa dapat sekitar Rp35 juta selama acara berlangsung,” kata dia.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tarif Tetap, Pendapatan Naik: Kisah Ojek Kuda saat Ribuan Wisatawan Padati Watu Pecak

29 Juni 2026 - 19:14 WIB

Ribuan Pengunjung Segoro Topeng Kaliwungu Dongkrak Omzet UMKM hingga Rp 1,2 Juta Sehari

28 Juni 2026 - 22:44 WIB

Workshop UMKM Ungkap Persoalan Lama CFD Lumajang, Lapak Jadi Sumber Konflik Pedagang

17 Juni 2026 - 16:00 WIB

Gekrafs Dilantik, Harapan Dilambungkan: Mampukah Kreativitas Menjadi Mesin Ekonomi Baru Lumajang?

4 Mei 2026 - 15:51 WIB

HIPMI Lumajang Dorong Peran Pengusaha Muda sebagai Motor Ekonomi Daerah

3 Mei 2026 - 14:05 WIB

Inkubasi hingga Business Matching, Strategi HIPMI Lumajang Akselerasi Ekonomi Daerah

30 April 2026 - 23:26 WIB

Trending di Ekonomi