Lumajang, – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang belum menerima laporan terbaru mengenai perkembangan pemasangan CCTV, WiFi dusun, dan penerangan jalan umum (PJU) di desa-desa.
Kepala DPMD Lumajang Bayu Ruswantoro mengatakan data yang diterima pihaknya sejauh ini masih berupa laporan berkala. Adapun laporan terbaru hingga saat ini belum diterima.
“Kalau update per hari ini karena belum ada. Tapi per bulan apa itu ada. Targetnya berapa, realisasinya berapa,” kata Bayu, Selasa (11/8/2026).
Menurut dia, laporan terakhir yang diterima DPMD berasal sekitar Juni 2026. Dari laporan tersebut, progres pemasangan di setiap desa belum seluruhnya mencapai 100 persen.
“Ada yang sudah 100 persen, ada yang belum 100 persen,” ujarnya.
Bayu mengatakan kondisi tersebut terjadi karena target pemasangan tidak dapat disamaratakan untuk seluruh desa. Target setiap desa harus disesuaikan dengan perencanaan yang telah tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
“Target kita yang menjadi target kita, kita sinkronkan perintah bupati dengan perencanaan yang sudah ada di APBDes,” katanya.
Ia mengatakan apabila suatu desa dalam APBDes hanya menganggarkan pemasangan CCTV dalam jumlah tertentu, target tersebut menjadi salah satu acuan. Namun, perubahan anggaran masih dimungkinkan apabila desa melakukan penyesuaian.
“Mungkin ditambahi atau mungkin tetap,” ujar Bayu.
Menurut Bayu, penyamarataan target justru berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian antara target pemerintah daerah dengan perencanaan masing-masing desa.
Ia mencontohkan kemungkinan adanya desa yang menargetkan pemasangan lebih banyak dibanding desa lainnya.
“Target kita mengacu di perencanaannya berapa. Kan nanti jadi salah kalau misalkan ada desa yang target malah ada desa yang banyak, misalkan per dusun sepuluh, kan bisa jadi begitu,” kata dia.
Selain target dalam APBDes, DPMD juga mempertimbangkan kondisi CCTV yang sudah terpasang sebelumnya. Bayu mengatakan sebagian perangkat lama masih dapat digunakan, sedangkan sebagian lainnya pernah mengalami kerusakan dan perlu dirawat.
“Karena tahun kemarin CCTV banyak yang mati dan mereka rawat. Ada juga yang mereka sudah pasang CCTV tahun-tahun sebelumnya kemudian masih terpakai,” tuturnya.
Untuk mengetahui perkembangan pemasangan, DPMD akan mencocokkan data perencanaan APBDes dengan laporan teknis dari tingkat kecamatan.
Bayu mengatakan laporan teknis tersebut menjadi salah satu acuan untuk melihat target dan realisasi pemasangan di masing-masing desa.
“Detailnya itu camat. Jadi nanti kita sinkronkan di sana,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan