Satu langkah di papan catur bisa menentukan kemenangan. Namun, bagi anak-anak dan generasi muda Lumajang, setiap langkah juga menjadi latihan untuk berpikir, bersabar, dan mengambil keputusan.
Semangat pembinaan tersebut akan hadir melalui Kejurkab Catur Lumajang 2026 pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Lumajang menggelar kejuaraan ini bukan sekadar untuk mencari juara.
Sebaliknya, Kejurkab menjadi ruang penjaringan dan pembinaan pecatur potensial dari berbagai kelompok usia.
Kejurkab Catur Lumajang Jadi Ajang Cari Bibit Atlet
Ketua Percasi Kabupaten Lumajang, Agus Setiawan, mengatakan Kejurkab menjadi agenda rutin organisasi.
Menurutnya, kompetisi tersebut membantu Percasi memetakan potensi atlet. Selain itu, pecatur muda dapat memperoleh pengalaman bertanding sejak usia dini.
“Kejurkab ini menjadi agenda rutin Percasi Lumajang untuk menemukan bibit atlet catur, terutama sebagai persiapan menghadapi Popda 2026 dan Porprov 2027,” katanya, Selasa (18/8/2026).
Karena itu, kompetisi berjenjang memiliki peran penting dalam proses regenerasi atlet.
Melalui pertandingan, pecatur dapat mengukur kemampuan. Mereka juga belajar membangun mental bertanding dan menghadapi hasil pertandingan secara sportif.
“Melalui agenda tersebut, kami berharap muncul pecatur-pecatur muda yang memiliki kemampuan dan mental bertanding untuk dipersiapkan menuju kompetisi di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Dengan demikian, Kejurkab tidak hanya menghasilkan pemenang.
Lebih jauh, ajang ini dapat menemukan atlet yang memiliki potensi untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut.
Lima Kelompok Usia, Hadiah Total Rp6,5 Juta
Kejurkab Catur Lumajang 2026 berlangsung di Gedung Sudjono Lumajang.
Pertandingan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Panitia menggunakan sistem catur cepat dengan kontrol waktu 15 menit + tambahan 5 detik setiap langkah atau 15+5.
Peserta terbagi dalam lima kelompok usia, yaitu:
- U-9
- U-12
- U-15
- U-18
- Senior
Pembagian tersebut memberikan kesempatan kepada pecatur usia dini hingga dewasa untuk bertanding sesuai jenjang masing-masing.
Selain itu, sistem tersebut membuka peluang bagi atlet muda potensial untuk mendapat perhatian dan pembinaan lebih lanjut.
Dari sisi penghargaan, panitia menyiapkan hadiah dengan total mencapai Rp6,5 juta.
Untuk kategori U-9, U-12, U-15, dan U-18, juara pertama hingga keenam mendapatkan hadiah Rp1 juta untuk setiap kategori.
Sementara itu, kategori senior memiliki hadiah berjenjang.
Juara pertama mendapat Rp500 ribu. Juara kedua mendapat Rp300 ribu dan juara ketiga Rp200 ribu.
Kemudian, juara keempat mendapat Rp150 ribu. Juara kelima hingga kesepuluh mendapat Rp100 ribu. Selanjutnya, juara ke-11 hingga ke-20 mendapat Rp75 ribu.
Biaya pendaftaran juga cukup terjangkau, yaitu Rp20 ribu.
Panitia menyediakan makanan ringan dan air mineral selama kegiatan.
Dari Papan Catur, Siapkan Atlet untuk Popda dan Porprov
Bagi orang tua, catur juga memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar olahraga.
Saat bermain catur, anak belajar berkonsentrasi dan menyusun strategi.
Selain itu, mereka belajar mempertimbangkan risiko, menghormati lawan, dan bertanggung jawab terhadap keputusan sendiri.
Karena itu, Kejurkab dapat menjadi ruang yang baik bagi anak untuk mengembangkan kemampuan sekaligus karakter.
Untuk mengikuti kejuaraan, peserta wajib membawa identitas.
Panitia menerima Kartu Keluarga (KK), KTP, Kartu Identitas Anak (KIA), atau kartu pelajar.
Peserta juga wajib mengenakan sepatu dan pakaian rapi.
Selain itu, peserta perlu membawa papan catur dan jam catur masing-masing.
Pendaftaran dibuka hingga maksimal dua hari sebelum pelaksanaan.
Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui Ali di nomor 0895-1443-7335.
Melalui kompetisi ini, Percasi Lumajang ingin membangun pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Atlet tidak hanya mengejar kemenangan dalam satu pertandingan. Sebaliknya, mereka mendapat pengalaman kompetisi yang dapat menjadi bekal untuk pertandingan berikutnya.
Kejurkab juga menjadi bagian dari persiapan menuju Popda 2026 dan Porprov 2027.
Pada akhirnya, nilai penting dari Kejurkab Catur Lumajang 2026 bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang piala.
Lebih dari itu, ajang ini membuka kesempatan bagi anak-anak untuk menemukan minat dan mengembangkan kemampuan.
Dari papan catur, mereka belajar bahwa setiap langkah memiliki konsekuensi. Dari latihan yang konsisten, mereka belajar bahwa prestasi membutuhkan ketekunan, keberanian, dan sportivitas.
Dan bisa jadi, dari satu langkah kecil di papan catur hari ini, lahir atlet Lumajang yang membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
Tinggalkan Balasan