Lumajang, – Informasi mengenai lima gunung api yang disebut mengalami erupsi bersamaan beredar di media sosial. Gunung Semeru di Jawa Timur termasuk dalam daftar tersebut bersama empat gunung api lainnya.
Informasi itu menyebut lima gunung tersebut adalah Gunung Sinabung di Sumatra Utara, Gunung Anak Krakatau di Lampung, Gunung Merapi di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah, Gunung Semeru di Jawa Timur, serta Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur.
Dalam informasi yang beredar, Gunung Sinabung disebut memiliki ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Anak Krakatau 157 mdpl, Gunung Merapi 2.968 mdpl, Gunung Semeru 3.676 mdpl, dan Gunung Ili Lewotolok 1.423 mdpl.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi mengenai aktivitas Gunung Semeru yang beredar di media sosial.
Ia meminta masyarakat melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum membagikan informasi tersebut.
“Dapat info Semeru erupsi lagi di media sosial? tunggu dulu! Cek kebenarannya sebelum klik tombol share, ya,” kata Isnugroho, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, masyarakat terkadang membagikan informasi hanya dengan tujuan memberi tahu atau memperbarui status di media sosial.
“Namun, informasi yang tidak benar dapat menimbulkan dampak yang lebih panjang,” jelasnya.
Berita palsu mengenai erupsi Semeru, kata dia, bukan hanya berpotensi membuat warga di lereng gunung panik. “Informasi tersebut juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata,” katanya.
Wisatawan yang percaya informasi palsu tersebut bisa saja membatalkan rencana perjalanan karena khawatir dengan kondisi Semeru.
“Dampaknya dapat dirasakan pelaku usaha lokal,” ucap dia.
Warung makan bisa sepi, homestay kosong, sementara pelaku UMKM yang menggantungkan pendapatan dari aktivitas pariwisata berpotensi kehilangan penghasilan.
“Berita palsu soal erupsi Gunung Semeru nggak cuma bikin warga lereng gunung panik, tapi juga bikin roda ekonomi lokal tersendat,” ujarnya.
Karena itu, BPBD Lumajang meminta masyarakat lebih cerdas dalam menerima informasi kebencanaan yang beredar di media sosial.
Informasi mengenai aktivitas Gunung Semeru diminta merujuk pada sumber resmi, seperti aplikasi MAGMA Indonesia, media sosial PVMBG, maupun BPBD setempat.
“Yuk, jadi netizen yang cerdas. Saring sebelum sharing,” kata Isnugroho.
Imbauan tersebut juga berkaitan dengan pentingnya menjaga informasi kebencanaan agar tidak bercampur dengan konten yang belum terverifikasi.
Isnugroho mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya berdampak terhadap kehidupan warga.
“Jangan biarkan jari kita memutus rezeki orang lain hari ini,” pungkasnya.
Tinggalkan Balasan