Bantuan Pertanian dan Perikanan Karangsari untuk Ekonomi - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 17 Sep 2026 18:55 WIB ·

Benih Padi dan 1.200 Gurami Jadi Modal Baru, Karangsari Perkuat Ekonomi Warga


 Benih Padi dan 1.200 Gurami Jadi Modal Baru, Karangsari Perkuat Ekonomi Warga Perbesar

LUMAJANG – Dari sawah hingga kolam ikan, Desa Karangsari memiliki potensi ekonomi yang bisa terus dikembangkan. Pemkab Lumajang mendorong potensi tersebut melalui bantuan sarana pertanian dan perikanan kepada kelompok masyarakat di Kecamatan Sukodono, Selasa (15/9/2026).

Bupati Lumajang Indah Amperawati menyerahkan bantuan tersebut bersama Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma dalam rangkaian Sehari Ngantor di Kecamatan Terpadu (Setormadu).

Dukungan pertanian menyasar Poktan Sidosari dan Poktan Beji Jaya. Masing-masing kelompok menerima 750 kilogram benih padi dan 132 liter pupuk organik cair.

Sementara itu, Pemkab Lumajang memberikan dukungan perikanan kepada Pokdakan Flamboyan. Kelompok tersebut menerima empat kolam terpal bundar berdiameter 3 meter, 840 kilogram pakan ikan atau 28 sak, 1.200 ekor benih gurami, satu unit pompa air, delapan kemasan probiotik, serta satu alat serok panen.

Bantuan itu menjadi modal bagi kelompok untuk menjaga kegiatan produksi sekaligus mengembangkan usaha berbasis potensi desa.

Bunda Indah: Bantuan Harus Jadi Modal untuk Berkembang

Bupati Lumajang yang akrab disapa Bunda Indah meminta kelompok penerima mengelola bantuan secara serius. Ia ingin setiap sarana yang pemerintah berikan benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

“Bantuan ini kami harapkan benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas. Pemerintah tidak hanya hadir melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan dukungan langsung terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya petani dan pembudidaya ikan,” ujar Bunda Indah.

Bunda Indah juga mengingatkan kelompok agar merawat seluruh sarana dan mengembangkan pemanfaatannya secara berkelanjutan.

“Kami ingin bantuan ini menjadi modal untuk berkembang. Kelompok harus merawat, mengelola, dan mengembangkan bantuan tersebut agar hasilnya bisa dirasakan oleh anggota maupun keluarga,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan bantuan tidak hanya terlihat dari fasilitas yang kelompok terima. Pemerintah ingin melihat bagaimana kelompok mengubah dukungan tersebut menjadi kegiatan produktif yang memberikan hasil.

Dua Poktan dan Satu Pokdakan Dapat Dukungan Produksi

Bantuan pertanian memberi tambahan modal produksi bagi Poktan Sidosari dan Poktan Beji Jaya. Masing-masing kelompok memperoleh 750 kilogram benih padi dan 132 liter pupuk organik cair.

Dukungan tersebut dapat membantu kelompok menjalankan kegiatan budidaya sekaligus menjaga produktivitas pertanian di Karangsari.

Di sektor perikanan, Pokdakan Flamboyan memperoleh perlengkapan yang lebih lengkap. Empat kolam terpal bundar berdiameter 3 meter menjadi sarana utama budidaya.

Kelompok juga menerima 1.200 benih gurami, 840 kilogram pakan, satu pompa air, delapan kemasan probiotik, dan satu alat serok panen.

Kelengkapan sarana tersebut memberi kelompok modal awal untuk mengembangkan budidaya gurami secara lebih terarah.

Bantuan pertanian dan perikanan sekaligus menunjukkan pendekatan Pemkab Lumajang dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui potensi yang sudah berkembang di desa.

Karangsari Didorong Kembangkan Potensi Sesuai Kekuatan Desa

Bunda Indah menilai setiap desa memiliki karakter dan potensi ekonomi yang berbeda. Karena itu, masyarakat perlu mengembangkan usaha sesuai sumber daya yang tersedia di wilayah masing-masing.

“Potensi setiap desa berbeda. Karena itu, mari kita kembangkan sesuai dengan kemampuan dan potensi yang ada. Kalau pertanian kuat, perikanan berkembang, maka ekonomi masyarakat juga akan semakin kuat,” ujarnya.

Karangsari memiliki dua potensi yang dapat berjalan beriringan. Petani mengembangkan kegiatan di lahan pertanian, sementara pembudidaya ikan memanfaatkan kolam untuk menghasilkan komoditas perikanan.

Pemkab Lumajang berharap kelompok penerima tidak berhenti pada pemanfaatan bantuan untuk kebutuhan saat ini. Kelompok perlu merawat sarana, mengelola produksi, lalu mengembangkan usaha secara bertahap.

Dengan pengelolaan yang konsisten, benih padi dan benih gurami bukan sekadar bantuan produksi. Keduanya dapat menjadi titik awal bagi kelompok masyarakat Karangsari untuk memperkuat produktivitas, mengembangkan usaha, dan menambah sumber pendapatan keluarga.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah