LUMAJANG – Penanganan kemiskinan dan stunting menjadi perhatian dalam arah pembangunan Kabupaten Lumajang tahun 2027. Pemerintah Kabupaten Lumajang memasukkan kesejahteraan masyarakat, kerentanan sosial, dan peningkatan kualitas kesehatan sebagai bagian dari penyusunan anggaran daerah.
Bupati Lumajang Indah Amperawati atau Bunda Indah menyampaikan hal tersebut saat membacakan Nota Keuangan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Kabupaten Lumajang Tahun Anggaran 2027. Ia menyampaikan nota itu dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lumajang di Ruang Rapat DPRD, Senin (12/10/2026).
Bunda Indah menegaskan bahwa pemerintah perlu mengukur keberhasilan anggaran melalui perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. Perubahan itu mencakup peningkatan kesejahteraan, perbaikan layanan dasar, dan penguatan kualitas sumber daya manusia.
RAPBD Lumajang 2027 Fokus pada Pengurangan Kemiskinan
Bunda Indah menjelaskan bahwa anggaran daerah harus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah perlu mempertimbangkan kebutuhan warga saat menyusun program agar penggunaan anggaran tepat sasaran.
“Keberhasilan APBD harus tercermin dari meningkatnya kualitas pelayanan publik, tersedianya infrastruktur yang bermanfaat, meningkatnya kualitas pendidikan dan kesehatan, berkurangnya kemiskinan dan kerentanan sosial, meningkatnya produktivitas ekonomi masyarakat, serta semakin baiknya tata kelola pemerintahan,” ungkap Bunda Indah.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya hasil pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Upaya mengurangi kemiskinan dan kerentanan sosial juga perlu mendukung kesejahteraan keluarga serta memperluas akses warga terhadap pelayanan dasar.
Karena itu, pemerintah perlu menyelaraskan prioritas anggaran dengan kebutuhan masyarakat. Perencanaan yang terarah dapat membantu program pembangunan menjangkau kelompok yang membutuhkan dukungan.
Penanganan Stunting Jadi Perhatian Pembangunan Lumajang
Selain kesejahteraan keluarga, peningkatan kualitas kesehatan anak juga menjadi bagian dari arah pembangunan 2027. Penanganan stunting memerlukan perhatian terhadap kebutuhan kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Melalui perencanaan program yang sesuai kebutuhan, pemerintah berharap dapat mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Upaya ini juga berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Penanganan kemiskinan dan stunting memiliki kaitan dengan kualitas hidup keluarga. Oleh sebab itu, perencanaan pembangunan perlu memperhatikan kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, termasuk akses terhadap layanan dasar dan dukungan bagi keluarga yang rentan.
Pemkab Lumajang Susun Prioritas Anggaran Berorientasi Hasil
Penyusunan RAPBD 2027 menjadi tahap penting bagi Pemkab Lumajang dalam merumuskan arah kebijakan dan prioritas pembangunan. Pemerintah masih perlu membahas rancangan tersebut sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, prioritas yang tercantum dalam rancangan belum berarti seluruh program telah ditetapkan atau terlaksana. Pelaksanaan dan hasil akhirnya bergantung pada proses pembahasan serta keputusan anggaran yang berlaku.
Melalui arah kebijakan ini, Pemkab Lumajang ingin mendorong pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik. Pemerintah juga menaruh perhatian pada kesejahteraan masyarakat, kualitas sumber daya manusia, dan perbaikan kualitas hidup warga.
Ke depan, anggaran daerah diharapkan mampu mendukung program yang lebih tepat sasaran. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat melalui peningkatan layanan dasar, kesejahteraan keluarga, dan kualitas kesehatan anak.
Tinggalkan Balasan