Sensasi Malam di Tumpak Selo: Inovasi Wisata Alam Petahunan yang Semakin Memikat - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 24 Mar 2025 14:40 WIB ·

Sensasi Malam di Tumpak Selo: Inovasi Wisata Alam Petahunan yang Semakin Memikat


 Sensasi Malam di Tumpak Selo: Inovasi Wisata Alam Petahunan yang Semakin Memikat Perbesar

Lensa Warta – Malam di Tumpak Selo, Desa Petahunan, kini berbeda. Wisatawan bisa merasakan pengalaman baru lewat konsep Tumpak Selo Ing Wengi.

– Di siang hari, ada mini tubing.
– Sekarang, saat malam, suasananya lebih hidup dan tenang.

Inisiatif ini berasal dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tirto Bening. Mereka ingin mengembangkan wisata yang berkelanjutan. Salah satu tambahan baru adalah kafe di area wisata. Kafe ini adalah tempat santai di malam hari. Suara aliran sungai menambah kenyamanan.

Muhammad Navin, Direktur BUMDes Tirta Arum, menyatakan bahwa kafe ini melengkapi fasilitas glamping yang sudah ada.

“Kami ingin wisatawan merasakan pengalaman menyeluruh. Tidak hanya siang hari. Kini mereka bisa menikmati malam yang damai, dengan fasilitas penginapan dan kuliner,” ucap Navin.

Di sini, ada enam unit glamping permanen. Masing-masing punya dua tempat tidur. Harganya terjangkau, mulai dari Rp150 ribu per malam. Wisatawan juga bisa memilih tenda dome untuk berkemah lebih dekat dengan alam.

Untuk menambah kenyamanan malam, ada fasilitas api unggun. Area wisata hampir dua hektare ini semakin lengkap. Pengunjung bisa memilih banyak aktivitas malam, seperti:

– Menikmati kopi di kafe.
– Bersantai di glamping.
– Menikmati hiburan seperti musik akustik, pesta barbeque, dan berburu kunang-kunang.

Rizky (27), salah seorang pengunjung, merasa senang dengan konsep baru ini. “Saya biasanya hanya datang untuk tubing. Sekarang, saya ingin menginap dan menikmati malam di sini,” ujarnya.

Kepala Desa Petahunan, Sutrisno, menekankan bahwa pengembangan wisata ini mendukung ekonomi desa. “Jumlah wisatawan yang meningkat membuka peluang usaha baru untuk warga kami,” kata Sutrisno.

Selain fokus pada ekonomi, pengelola juga menjaga lingkungan. Mereka mengelola limbah dengan baik dan menjaga kebersihan sungai yang jadi aset utama.

Pengunjung disarankan untuk reservasi sebelumnya, terutama saat akhir pekan.

Dengan Tumpak Selo Ing Wengi, wisata malam di Lumajang menawarkan nuansa baru. Keindahan alam, kenyamanan, dan pengalaman yang tak terlupakan menanti. Bagi pecinta alam dan petualangan, Tumpak Selo adalah pilihan tepat untuk akhir pekan yang berbeda.

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Perbaikan Jalan Lumajang Mencapai Rp60 Miliar, Kok Bisa?

30 September 2026 - 08:41 WIB

29 Persen Jalan Tertangani, Lumajang Terus Percepat Perbaikan Infrastruktur

30 September 2026 - 07:32 WIB

110 Ruas Masuk Kategori Rusak Berat, Pemkab Lumajang Prioritaskan Tempeh-Gesang

30 September 2026 - 07:30 WIB

110 Ruas Jalan di Lumajang Rusak Berat, Total Panjang Jalan Kabupaten Capai 1.090 Kilometer

29 September 2026 - 17:12 WIB

Trending di Daerah