Lebaran Ketupat di Pantai Mbah Drajid: Tradisi Tahunan yang Mengikat Keluarga dan Kearifan Lokal - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 9 Apr 2025 09:51 WIB ·

Lebaran Ketupat di Pantai Mbah Drajid: Tradisi Tahunan yang Mengikat Keluarga dan Kearifan Lokal


 Lebaran Ketupat di Pantai Mbah Drajid: Tradisi Tahunan yang Mengikat Keluarga dan Kearifan Lokal Perbesar

Liburan Lebaran di Kabupaten Lumajang kembali dirayakan dengan tradisi bermakna, yaitu Pada (7/4/2025), ribuan pengunjung daerah, baik dalam maupun luar Kabupaten Lumajang, memenuhi kawasan wisata Pantai Mbah Drajid yang terletak di Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun. Dengan membawa tikar, makanan, dan perlengkapan mandi, masyarakat memanfaatkan waktu ini untuk berkumpul dan bersantai bersama keluarga dalam merayakan hari ketujuh setelah Idul Fitri — sebuah tradisi yang sudah mengakar dalam budaya masyarakat pesisir Lumajang.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma, Forkopimda, serta beberapa Kepala OPD, hadir di lokasi untuk melihat langsung suasana dan berinteraksi dengan masyarakat yang hadir di pantai.

Bunda Indah menjelaskan bahwa Lebaran Ketupat atau Riyoyo Pitu dirayakan tujuh hari setelah 1 Syawal, biasanya dengan kegiatan berkumpul bersama keluarga dan mandi di laut. Kegiatan mandi ini tidak hanya untuk bersenang-senang, tapi juga diyakini memberikan berkah, serta sebagai simbol tolak bala bagi orang. “Setiap Lebaran Ketupat, Pantai Mbah Drajid selalu ramai. Tradisi mandi di laut sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat di sini. Banyak kurang tidak mandi di sini saat kupatan,” ungkap Bunda Indah.

Dalam kesempatan itu, Bunda Indah juga mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati di tepi pantai, mengingat karakter Pantai Mbah Drajid termasuk tinggi dan berisiko.

“Saya sudah mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan tidak lengah. Ombak di pantai ini besar, dan keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Perayaan Lebaran Ketupat di Pantai Mbah Drajid bukan hanya sekadar liburan, tetapi juga menjadi untuk hubungan antar keluarga dan mengingatkan kita akan nilai-nilai kearifan lokal yang perlu dijaga.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Masa Tanam, Sawah di Lumajang Keburu Diterjang Banjir

21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Lumajang Patroli Cek Pemasangan CCTV dan PJU di Sukodono

20 Mei 2026 - 01:13 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai di Biting, Penanganan Dimulai Awal Juni

18 Mei 2026 - 15:55 WIB

Bupati Lumajang Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Pemerintahan, Inspektorat Disebut Jadi Pisau Pengawasan

18 Mei 2026 - 12:52 WIB

Mengantar hingga Ujung Jalan, Keluarga Jemaah Haji Lumajang Lepas

17 Mei 2026 - 03:56 WIB

Jemaah Haji Risiko Tinggi asal Lumajang Diberangkatkan dengan Pendampingan Khusus

16 Mei 2026 - 18:05 WIB

Trending di Daerah