Lumajang Bergerak Cepat Selamatkan 82 KK dari Ancaman Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 12 Mei 2025 15:46 WIB ·

Lumajang Bergerak Cepat Selamatkan 82 KK dari Ancaman Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru


 Lumajang Bergerak Cepat Selamatkan 82 KK dari Ancaman Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru Perbesar

Lumajang, – Ancaman banjir lahar dingin Gunung Semeru kembali menguji ketangguhan warga Dusun Bondeli, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Kerusakan talud Sungai Rejali sepanjang 300 meter akibat erosi dan hujan deras mengancam keselamatan 82 kepala keluarga yang tinggal sangat dekat dengan sungai.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, atau yang akrab disapa Bunda Indah, langsung turun ke lokasi pada Minggu malam (11/5) bersama tim BPBD untuk memantau kondisi kritis tersebut.

Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dan mengimbau warga untuk segera evakuasi ke tempat aman karena intensitas hujan yang masih tinggi.

Sebagai langkah cepat, mulai Senin (12/5/25), Pemkab Lumajang mengerahkan alat berat dari 14 kelompok penambang pasir lokal yang secara sukarela membantu memperbaiki talud dengan memasang bronjong berisi batu dan krip penghalang arus sepanjang 100 meter.

“Arus sungai juga dialihkan menjauh dari titik rawan untuk mencegah jebolnya talud,” kata Bunda Indah.

Bunda Indah telah menandatangani surat tanggap darurat infrastruktur dan melaporkan kondisi ini ke Gubernur Jawa Timur untuk percepatan bantuan provinsi.

Perbaikan darurat ini ditargetkan selesai dalam tiga bulan, sementara rencana perbaikan permanen menunggu perhitungan anggaran yang diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, sektor swasta, dan masyarakat lokal ini menjadi contoh nyata gotong royong dalam menghadapi bencana.

“Langkah cepat dan kolaborasi ini diharapkan mampu melindungi warga dan mencegah bencana yang lebih besar di Lumajang,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Muatan Tetes Tebu Tumpah ke Jalan Usai Truk Tangki Terguling di Klakah

19 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Rusak Lebih dari 20 Tahun, Jalan Desa Lempeni Lumajang Akhirnya Diresmikan Kawendra

19 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Pasokan Pertamax Lumajang 93,2 KL, Kebutuhan Hariannya 63,1 KL

19 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pencarian Rizky di Pesisir Lumajang Mengandalkan Informasi Nelayan dan Radio Komunitas

19 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Tes Urine 11 Orang Negatif, Polisi Temukan Lima Klip Diduga Sabu di Karaoke Lumajang

19 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Wabup Lumajang Sebut Kejuaraan Motocross Jadi Sarana Promosi Potensi Daerah

19 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Trending di Nasional