Desa-Desa Ini Jadi Zona Merah Wereng di Lumajang, Sawah Rusak Parah - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung

Daerah · 10 Jul 2025 09:17 WIB ·

Desa-Desa Ini Jadi Zona Merah Wereng di Lumajang, Sawah Rusak Parah


 Desa-Desa Ini Jadi Zona Merah Wereng di Lumajang, Sawah Rusak Parah Perbesar

Lumajang, – Serangan hama wereng semakin meluas dan meresahkan para petani di Kabupaten Lumajang. Sejumlah desa seperti Denok, Blukon, Boreng, Rogotrunan, hingga Kelurahan Jogoyudan kini ditetapkan sebagai zona merah karena intensitas serangan hama yang sangat tinggi. Ribuan hektare sawah di desa-desa ini mengalami kerusakan parah, dengan risiko gagal panen yang kian nyata.

Kondisi terburuk terjadi saat tanaman padi memasuki fase generatif, masa krusial ketika padi berbunga dan mulai membentuk bulir. Di saat inilah hama wereng menyerang dengan menghisap cairan tanaman, menyebabkan pertumbuhan terganggu dan berujung pada kematian tanaman.

Baca juga: Sidang Tuntutan Kasus Narkotika Muh. Bayjuri di Lumajang Ditunda Pekan Depan

Munawati, salah satu petani di wilayah Desa Denok, mengaku kehilangan harapan untuk menyelamatkan tanamannya. Ia menyebut serangan hama ini sebagai yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

“Rugi banget kalau sudah begini. Dari Mei sudah mulai kelihatan, tapi makin parah di awal Juli. Sudah semprot beberapa kali, tapi tetap enggak bisa kendalikan,” ujar Munawati dengan nada lesu, Kamis (10/7/25).

Baca juga: BUMD Baru Resmi Berdiri, PT. BPR Bank Lumajang Siap Dorong Akses Permodalan UMKM

Tak hanya di Denok, nasib serupa juga dialami petani di Blukon dan Jogoyudan. Beberapa dari mereka bahkan mengaku mempertimbangkan untuk tidak menanam kembali musim depan jika tidak ada jaminan perlindungan dari hama.

Pemerintah daerah kini tengah melakukan pemantauan intensif di wilayah terdampak. Namun, para petani berharap intervensi lebih nyata dalam bentuk bantuan pestisida, pelatihan, dan pendampingan lapangan.

“Kalau hanya pantau tanpa tindakan, kami keburu habis semua,” ujar Suwito, petani dari Boreng.

Menanggapi kondisi ini, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lumajang, Ishkak Subagyo, menegaskan perlunya Gerakan Pengendalian Hama Terpadu (Gerdal) dilakukan secara serentak dan berkala. Ia mengingatkan bahwa serangan wereng tidak bisa ditangani secara individu, melainkan harus melalui kerja kolektif petani dan dukungan pemerintah.

“Kalau petani hanya semprot sendiri-sendiri, werengnya cuma pindah tempat. Harus Gerdal serentak dan diawasi. Itu kuncinya,” tegas Ishkak.

Ia juga menyebut bahwa pola tanam serempak, rotasi tanaman, dan pemantauan hama secara berkala menjadi langkah penting untuk menghindari wabah hama di musim tanam berikutnya.

Ia menambahkan, serangan wereng kali ini tercatat menyerang 11 kecamatan di Lumajang. Selain wilayah inti di Kecamatan Lumajang, hama juga ditemukan di Sukodono, Kedungjajang, Jatiroto, Rowokangkung, Tekung, Candipuro, Padang, Yosowilangun, Kunir, dan Pasirian.

“Data sementara mencatat sekitar 1,8 hektare sawah telah mengalami kerusakan berat, namun angka ini kemungkinan masih akan bertambah seiring meluasnya serangan,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPBD Jatim Tetapkan Desa Darungan Lumajang sebagai Desa Tangguh Bencana

7 Juli 2026 - 11:47 WIB

CCTV Rekam Detik-detik Tabrakan Dua Truk di Jalan Lumajang-Malang, Sopir Terlempar ke Parit

3 Juli 2026 - 23:14 WIB

14 SD, 9 KB/TK, dan 8 SMP di Lumajang Dapat Program Revitalisasi Kemendikdasmen

2 Juli 2026 - 13:15 WIB

Ketua DPC PDI Perjuangan Sebut Dana Insentif Guru Non-ASN di Lumajang Segera Cair

1 Juli 2026 - 14:03 WIB

Tidak Ada Lagu Indonesia Raya dalam Upacara HUT Bhayangkara ke-80 di Lumajang

1 Juli 2026 - 13:30 WIB

Wereng Pangkas Panen hingga 50 Persen, Pemkab Lumajang Malah Gelar Rapat Penanganan Monyet

1 Juli 2026 - 10:32 WIB

Trending di Daerah