Piodalan Pura Mandara Giri 2025: Acara Besar - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 11 Jul 2025 10:00 WIB ·

Lumajang dan Bali Perkuat Diplomasi Budaya Nusantara Jelang Piodalan di Kaki Semeru


 Lumajang dan Bali Perkuat Diplomasi Budaya Nusantara Jelang Piodalan di Kaki Semeru Perbesar

Pemerintah Kabupaten Lumajang menerima kunjungan resmi Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Rabu (9/7/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama lintas daerah menjelang pelaksanaan Upacara Piodalan di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Senduro, yang digelar Kamis (10/7/2025).

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), dan Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma menyambut langsung Cok Ace di Pendopo Arya Wiraraja. Pertemuan berlangsung hangat dan sarat semangat persaudaraan antarumat beragama.

“Kami tentu sangat mendukung kegiatan sakral seperti Piodalan. Pemerintah daerah dan aparat keamanan akan menjaga agar prosesi berlangsung khidmat, aman, dan tertib,” ujar Bunda Indah.

Piodalan di Pura Mandara Giri bukan sekadar ritual tahunan. Upacara ini menghadirkan ribuan umat Hindu dari berbagai provinsi, terutama dari Bali. Letak pura di lereng Gunung Semeru — yang dianggap puncak suci oleh umat Hindu — menambah nilai spiritual dan kultural acara ini.

Cok Ace menyampaikan apresiasi atas dukungan Lumajang terhadap umat Hindu. Ia menyebut Lumajang sebagai rumah kedua bagi warga Bali yang rutin datang untuk bersembahyang.

“Kami merasa disambut hangat. Ini bukti nyata bahwa harmoni dan toleransi antarkomunitas masih terjaga dengan baik,” ungkap Cok Ace.

Cok Ace juga mengundang Bupati dan Wabup Lumajang untuk hadir dalam prosesi Piodalan, sebagai bentuk penghormatan dan penguatan kerja sama antarwilayah.

Wabup Yudha menyambut baik ajakan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti Piodalan bukan hanya urusan keagamaan, tetapi juga bagian penting dari pelestarian budaya bangsa.

“Piodalan ini merekatkan nilai spiritual dan budaya. Ini mempertegas bahwa toleransi adalah kekuatan sejati masyarakat Lumajang,” ucapnya.

Di tengah dinamika sosial hari ini, pelaksanaan Piodalan menjadi pengingat bahwa Indonesia tumbuh dari keragaman. Keberadaan Pura Mandara Giri di wilayah mayoritas non-Hindu menggambarkan bahwa toleransi bisa hadir secara nyata, bukan hanya dalam retorika.

Pemkab Lumajang memandang tradisi Piodalan sebagai aset budaya dan sarana diplomasi sosial. Lewat pendekatan yang inklusif dan kolaboratif, Lumajang ingin menegaskan posisinya sebagai rumah bagi seluruh anak bangsa — tanpa melihat perbedaan keyakinan.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Buka Pelatihan Tukang Bangunan, Warga Bisa Dapat Sertifikasi Resmi

5 Februari 2026 - 14:49 WIB

Tekan Kebocoran, Pajak Pasir Lumajang Kini Dibayar Langsung Lewat Bank

5 Februari 2026 - 14:32 WIB

Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan

5 Februari 2026 - 13:46 WIB

Petani Bangsalsari Ungkap Program Oplah Tak Tepat Sasaran, Kebutuhan Air Belum Terjawab

5 Februari 2026 - 13:40 WIB

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Trending di Daerah