Data Bansos Tak Akurat, Bupati Jember Gandeng Mahasiswa KKN - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 17 Jul 2025 20:50 WIB ·

Data Bansos Tak Akurat, Bupati Jember Gandeng Mahasiswa KKN


 Data Bansos Tak Akurat, Bupati Jember Gandeng Mahasiswa KKN Perbesar

Jember, – Bupati Jember Muhammad Fawait resmi melepas 3.078 mahasiswa yang akan menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif tahun ini. Acara pelepasan berlangsung di Alun-alun Jember, Kamis (17/7/25).

Dalam sambutannya, Bupati Fawait menegaskan pentingnya peran mahasiswa KKN dalam membantu pemerintah daerah mengatasi masalah kemiskinan yang masih cukup tinggi di wilayahnya.

Ia menyebut bahwa data penerima bantuan sosial (bansos) yang selama ini digunakan masih banyak yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

Baca juga: Menanti Instruksi Gubernur, MUI Lumajang Minta Kepala Daerah Kompak Soal Sound Horeg

“Masalah utama yang kita hadapi saat ini adalah data yang tidak akurat. Banyak bansos yang tidak tepat sasaran karena data yang kurang valid,” ujarnya.

Untuk itu, Bupati Fawait meminta agar mahasiswa KKN aktif membantu memaksimalkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan melakukan pendataan dan verifikasi langsung di masyarakat.

Dengan cara ini, diharapkan bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.

Baca juga: Cerita Pilu Siti Fatimah, Ibu Lansia yang ‘Dibuang’ Anak Kandung ke Panti Jompo Malang

“Mahasiswa KKN harus bersinergi dengan pemerintah dalam mengurai masalah kemiskinan. Kita harus memastikan data yang kita gunakan valid dan up-to-date,” kata Gus Fawait, sapaan akrabnya.

Fawait juga mengingatkan bahwa daerah pelosok seperti desa-desa di sekitar kebun, pantai, hutan, dan pegunungan merupakan wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jember.

Baca juga: Razia Bersama APH, Lapas Pasuruan Tegaskan Komitmen Zero Halinar

Kemiskinan ini berimbas pada tingginya angka stunting dan kematian ibu serta bayi (AKI-AKB) di kabupaten tersebut.

“Kita harus bergerak bersama, karena kemiskinan ini menimbulkan banyak masalah sosial lainnya,” tambahnya.

Tak hanya itu, Bupati Fawait juga menginstruksikan mahasiswa untuk menilai pelayanan di masing-masing desa. Jika ada yang belum optimal, mahasiswa diminta untuk melaporkan melalui kanal pengaduan yang disebut “Wadul Gus’e.”

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Semarak HUT RI di Tunjung Lumajang, Warga Jalan Sehat dan UMKM Ikut Kecipratan

20 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Truk Sound Horeg Terbakar Saat Karnaval di Lumajang, Peserta Tetap Lanjut

20 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Perbaikan 27 Ambulans Desa Lumajang Habiskan Rp884,9 Juta, 9 Unit Masih Diperbaiki

19 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Bukan Sekadar Adu Strategi! Kejurkab Catur Lumajang Jadi Jalan Lahirnya Bibit Atlet Muda

19 Agustus 2026 - 09:58 WIB

Tape Ketan Wonokerto Siap Mendunia? Jenggolo Tape Fest 2027 Didorong Lebih Besar

19 Agustus 2026 - 09:56 WIB

Trending di Daerah