Data Bansos Tak Akurat, Bupati Jember Gandeng Mahasiswa KKN - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 17 Jul 2025 20:50 WIB ·

Data Bansos Tak Akurat, Bupati Jember Gandeng Mahasiswa KKN


 Data Bansos Tak Akurat, Bupati Jember Gandeng Mahasiswa KKN Perbesar

Jember, – Bupati Jember Muhammad Fawait resmi melepas 3.078 mahasiswa yang akan menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif tahun ini. Acara pelepasan berlangsung di Alun-alun Jember, Kamis (17/7/25).

Dalam sambutannya, Bupati Fawait menegaskan pentingnya peran mahasiswa KKN dalam membantu pemerintah daerah mengatasi masalah kemiskinan yang masih cukup tinggi di wilayahnya.

Ia menyebut bahwa data penerima bantuan sosial (bansos) yang selama ini digunakan masih banyak yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

Baca juga: Menanti Instruksi Gubernur, MUI Lumajang Minta Kepala Daerah Kompak Soal Sound Horeg

“Masalah utama yang kita hadapi saat ini adalah data yang tidak akurat. Banyak bansos yang tidak tepat sasaran karena data yang kurang valid,” ujarnya.

Untuk itu, Bupati Fawait meminta agar mahasiswa KKN aktif membantu memaksimalkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan melakukan pendataan dan verifikasi langsung di masyarakat.

Dengan cara ini, diharapkan bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.

Baca juga: Cerita Pilu Siti Fatimah, Ibu Lansia yang ‘Dibuang’ Anak Kandung ke Panti Jompo Malang

“Mahasiswa KKN harus bersinergi dengan pemerintah dalam mengurai masalah kemiskinan. Kita harus memastikan data yang kita gunakan valid dan up-to-date,” kata Gus Fawait, sapaan akrabnya.

Fawait juga mengingatkan bahwa daerah pelosok seperti desa-desa di sekitar kebun, pantai, hutan, dan pegunungan merupakan wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jember.

Baca juga: Razia Bersama APH, Lapas Pasuruan Tegaskan Komitmen Zero Halinar

Kemiskinan ini berimbas pada tingginya angka stunting dan kematian ibu serta bayi (AKI-AKB) di kabupaten tersebut.

“Kita harus bergerak bersama, karena kemiskinan ini menimbulkan banyak masalah sosial lainnya,” tambahnya.

Tak hanya itu, Bupati Fawait juga menginstruksikan mahasiswa untuk menilai pelayanan di masing-masing desa. Jika ada yang belum optimal, mahasiswa diminta untuk melaporkan melalui kanal pengaduan yang disebut “Wadul Gus’e.”

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Baru Masa Tanam, Sawah di Lumajang Keburu Diterjang Banjir

21 Mei 2026 - 12:54 WIB

Pemkab Lumajang Patroli Cek Pemasangan CCTV dan PJU di Sukodono

20 Mei 2026 - 01:13 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Luapan Sungai di Biting, Penanganan Dimulai Awal Juni

18 Mei 2026 - 15:55 WIB

Bupati Lumajang Ingatkan Kades Hati-hati Kelola Pemerintahan, Inspektorat Disebut Jadi Pisau Pengawasan

18 Mei 2026 - 12:52 WIB

Mengantar hingga Ujung Jalan, Keluarga Jemaah Haji Lumajang Lepas

17 Mei 2026 - 03:56 WIB

Jemaah Haji Risiko Tinggi asal Lumajang Diberangkatkan dengan Pendampingan Khusus

16 Mei 2026 - 18:05 WIB

Trending di Daerah