Capaian Investasi Jember Lampaui Target: Rp 1,7 Triliun di Kuartal Pertama 2025 - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 16 Jul 2025 16:36 WIB ·

Capaian Investasi Jember Lampaui Target: Rp 1,7 Triliun di Kuartal Pertama 2025


 Capaian Investasi Jember Lampaui Target: Rp 1,7 Triliun di Kuartal Pertama 2025 Perbesar

Jember, – Realisasi investasi di Kabupaten Jember mencatatkan hasil menggembirakan. Hingga Maret 2025, nilai investasi telah menembus Rp 1,7 triliun, melampaui target tahunan sebesar Rp 1,2 triliun yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam Rencana Strategis (Renstra) daerah.

Data tersebut disampaikan oleh Meriza Setiawati, perwakilan dari Bidang Pelaksana Teknis Kebijakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jember, dalam rapat kerja bersama Komisi B DPRD Jember, (15/7/2025).

“Realisasi triwulan pertama 2025 mencapai Rp 1,7 triliun. Itu sudah 136 persen dari target tahunan kami sesuai Renstra,” ujar Meriza, Rabu (16/7/25).

Baca juga: Tragedi Laut di Pasuruan: 1 Tewas, 3 Hilang Akibat Perahu Pemancing Terbalik

Capaian tersebut diperoleh dari pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) oleh pelaku usaha non-UMK (usaha menengah dan besar) dengan nilai investasi di atas Rp 5 miliar.

Tercatat, terdapat 242 pelaku usaha non-UMK yang menanamkan modalnya di Jember selama kuartal pertama 2025. Dari jumlah tersebut, 38 merupakan Penanam Modal Asing (PMA) dan 204 adalah Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN).

Sektor-sektor yang paling banyak menyerap investasi adalah:

Baca juga: Pasca Kericuhan, MUI Haramkan Sound Horeg: Pemkot Malang Siapkan Langkah Pencegahan

– Perumahan, kawasan industri, dan perkantoran: Rp 1,2 triliun

– Industri farmasi: Rp 211 miliar

– Industri makanan: Rp 118 miliar

“Investor terbesar masih didominasi oleh sektor properti dan kawasan industri,” tambah Meriza.

Ketua Komisi B DPRD Jember, Candra Ary Fianto, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, kinerja DPMPTSP patut diapresiasi karena mampu menarik investasi dalam jumlah besar, bahkan melebihi ekspektasi awal.

Baca juga: Gabungkan Angin dan Matahari, Hybrid Wind Tree Sediakan Listrik Kantor Tol di Probolinggo

Namun, Candra menekankan pentingnya kepatuhan para pelaku usaha dalam menyampaikan laporan LKPM secara berkala. Ia mengingatkan bahwa ada sanksi administratif bagi pelaku usaha yang lalai.

“Pelaporan LKPM itu wajib. Jika tidak dilakukan, ada sanksi administratif yang harus diterapkan,” tegasnya.

Sebagai langkah pengawasan, DPRD meminta DPMPTSP mendata pelaku usaha yang konsisten menyampaikan LKPM dan yang belum patuh.

Langkah ini, menurut Candra, akan memperkuat fungsi pengawasan DPRD sekaligus memastikan kontribusi investasi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan data yang akurat, kami bisa menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal, dan mendorong peningkatan PAD,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Desa Kerukunan Menyambut Tamu, Warga Senduro Gotong Royong Benahi Jalan

21 Juni 2026 - 12:32 WIB

Bupati Ingatkan Penambang Waspadai AMAK 25, Jangan Tunggu Alarm Berbunyi

20 Juni 2026 - 20:14 WIB

Luka Bakar Hampir Seluruh Tubuh, Penambang Semeru Jadi Pengingat Risiko yang Sering Diabaikan

20 Juni 2026 - 14:14 WIB

PLN Tegaskan Pencurian Kabel Tak Terkait Pemadaman Bergilir di Lumajang

19 Juni 2026 - 20:54 WIB

Keindahan Tumpak Sewu Diubah Jadi Karya Batik Khas Lumajang

19 Juni 2026 - 10:45 WIB

Tanpa Pangkas Layanan, WFH Lumajang Justru Hemat Rp 464 Juta

19 Juni 2026 - 09:55 WIB

Trending di Daerah