Kades Lumajang Janji Evaluasi Karnaval Desa usai makan korban

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 4 Agu 2025 15:19 WIB ·

Kades Lumajang Janji Evaluasi Karnaval Desa Usai Warganya Meninggal Dunia


 Kades Lumajang Janji Evaluasi Karnaval Desa Usai Warganya Meninggal Dunia Perbesar

Lumajang,  – Kepala Desa Selok Awar-awar, Didik Nurhandoko, menyatakan akan mengevaluasi pelaksanaan karnaval desa, termasuk penggunaan sound horeg (sound system berdaya besar), setelah seorang warganya, Anik Mutmainah (38), meninggal dunia secara mendadak saat menyaksikan acara tersebut.

Baca juga: Nonton Sound Horeg, Ibu Muda di Lumajang Meninggal Dunia

Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu malam (2/8), ketika Desa Selok Awar-awar sedang menggelar karnaval dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.

Anik, seorang ibu rumah tangga yang terkenal aktif dalam kegiatan desa, ambruk di tengah keramaian warga yang memadati rute karnaval.

Meski warga sempat membawanya ke RSUD Pasirian, nyawanya tak tertolong. Dokter menyatakan ia sudah dalam kondisi henti jantung dan napas saat tiba di rumah sakit.

Baca juga: Tragedi di Karnaval Sound Horeg Lumajang, Dokter RSUD Pasirian Jelaskan Kondisi Korban Sebelum Meninggal

“Kami sangat kehilangan Bu Anik. Beliau warga yang aktif dan turut mempromosikan acara ini lewat media sosial. Kejadian ini menjadi catatan serius bagi kami, dan ke depan kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan seperti ini,” kata Didik, Senin (4/8/25).

Didik menjelaskan bahwa Anik datang sendiri ke lokasi acara dari rumahnya yang berjarak sekitar satu kilometer. Sebelum terjatuh, ia sempat mengunggah video suasana karnaval di akun Facebook pribadinya, termasuk flyer acara yang ia bagikan beberapa hari sebelumnya.

Baca juga: Kejaksaan Usut Dugaan Penyerobotan 9.600 Meter Lahan Negara di Bekas Sungai Asem Lumajang

“Kami tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi. Bu Anik dikenal sangat menyukai suasana karnaval, termasuk sound system-nya. Namun ke depan, kami harus lebih memperhatikan aspek kesehatan dan keamanan bagi pengunjung,” kata Didik.

Keluarga Anik telah menerima dengan ikhlas

Meskipun jalur iring-iringan karnaval tidak melewati depan rumah korban, Anik secara sukarela hadir ke titik keramaian. Pihak keluarga, menurut Didik, telah menerima peristiwa ini dengan ikhlas dan menyebut sebagai takdir.

“Saat ikut memakamkan jenazah, keluarga menyampaikan bahwa mereka ikhlas. Tapi tentu kami tidak bisa anggap ini hal biasa. Evaluasi harus dilakukan, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tak Hanya Durian, Pisang dan Langsep Ikut Terdampak Abu Vulkanik

15 April 2026 - 17:06 WIB

Pasar yang Retak, Ketika Gula Rafinasi Mengalir Diam-Diam di Nadi Ekonomi Petani

15 April 2026 - 15:16 WIB

Penyaluran THR di Lumajang Berjalan Mulus, Hanya Tiga Perusahaan Absen Laporan

14 April 2026 - 15:23 WIB

Keluhan Lansia Jadi Pertimbangan, Lumajang Izinkan Pengecer LPG Terbatas

13 April 2026 - 11:25 WIB

Empat Desa di Lumajang Ajukan Pengelolaan Lahan, Status Hak Milik Tunggu 10 Tahun

13 April 2026 - 10:50 WIB

Warga Kuasai Lahan Puluhan Tahun, Pemkab Lumajang Dorong Legalisasi Lewat Skema KHDPK

13 April 2026 - 10:42 WIB

Trending di Daerah