Kampus Dilibatkan, Kota Malang Gerakkan 27 PT untuk Atasi Stunting Lewat Kabar Penting - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Kesehatan dan Olah Raga · 13 Agu 2025 18:07 WIB ·

Kampus Dilibatkan, Kota Malang Gerakkan 27 PT untuk Atasi Stunting Lewat Kabar Penting


 Kampus Dilibatkan, Kota Malang Gerakkan 27 PT untuk Atasi Stunting Lewat Kabar Penting Perbesar

Malang, – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang meluncurkan program inovatif bertajuk Kabar Penting atau Kampus Bergerak Peduli Stunting, sebagai respon terhadap meningkatnya angka stunting di wilayahnya.

Berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kota Malang naik signifikan dari 17 persen menjadi 22,4 persen.

Program ini diluncurkan di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Rabu (13/8/25), dan melibatkan 27 perguruan tinggi berbasis kesehatan, yang akan mendampingi 57 kelurahan melalui pendekatan edukatif, riset, dan pemberdayaan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, mewakili Wali Kota saat peluncuran, menyampaikan harapan besar atas kolaborasi ini.

Baca juga: SE Gubernur Jadi Acuan, Pemkot Malang Pertimbangkan Aturan Sound Horeg

“Kami ingin kampus hadir di tengah masyarakat. Program ini adalah langkah awal untuk mendorong aksi nyata dan keberlanjutan peran akademisi dalam isu stunting,” kata Erik.

Erik juga mengapresiasi kontribusi lintas sektor yang selama ini telah berperan, seperti puskesmas, posyandu, dan perangkat daerah. Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan menjadi fondasi untuk menciptakan generasi yang sehat dan unggul.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa pelibatan perguruan tinggi merupakan pendekatan baru yang dikembangkan setelah koordinasi intensif sejak awal tahun.

Baca juga: Viral di Medsos, Dugaan Poligami Kadis DLH Malang Berujung Penonaktifan Jabatan

“Biasanya kita fokus ke puskesmas dan posyandu, tapi belum terpikir melibatkan kampus. Sekarang, 27 kampus akan mengampu 2 hingga 3 kelurahan masing-masing, berkolaborasi dengan tenaga medis seperti dokter, bidan, dan perawat,” ujar Husnul.

Fokus utama dari pendampingan ini adalah pada penanganan balita stunting, pola asuhan keperawatan dan kebidanan, serta edukasi keluarga. Target jangka pendeknya adalah menurunkan angka stunting mendekati target nasional di kisaran 14–17 persen pada akhir 2025.

Program ini dimulai pada Agustus 2025 dan akan dievaluasi secara menyeluruh di akhir tahun. Jika berjalan baik, Pemkot Malang menargetkan keterlibatan 67 perguruan tinggi pada 2026 untuk memperluas jangkauan dan dampak intervensi.

“Kami optimis, keterlibatan dunia akademik akan memperkuat upaya kita secara sistematis dan berbasis data,” pungkas Husnul.

Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Agus Setiawan dan Ratih Damayanti Ajak Warga Jalan Santai, Doorprize Sepeda Listrik Menanti

20 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Diabetes Terkendali 18,36 Persen, Lumajang Lampaui Target tapi 81,64 Persen Jadi Pekerjaan Rumah

19 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Percasi Lumajang Gelar Kejurkab Catur, Bidik Bibit Atlet untuk Popda 2026 dan Porprov 2027

18 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Target Hipertensi Terkendali 25 Persen, Lumajang Baru Capai 12,86 Persen

13 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Lumajang Juara Grup, Agus Setiawan Minta Skuat Tetap Konsisten Latihan Fisik

12 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Lumajang Menang Meyakinkan, Probolinggo Dipaksa Angkat Kaki dengan Skor 4-2

8 Agustus 2026 - 19:23 WIB

Trending di Kesehatan dan Olah Raga