Disabilitas Lampaui Batas, Ria Yulianti Bawa Harapan Lumajang ke Asian Para Games - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

International · 13 Sep 2026 12:15 WIB ·

Disabilitas Lampaui Batas, Ria Yulianti Bawa Harapan Lumajang ke Asian Para Games


 Disabilitas Lampaui Batas, Ria Yulianti Bawa Harapan Lumajang ke Asian Para Games Perbesar

Lumajang, – Dari Kandangtepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, langkah Ria Yulianti kini mengarah jauh ke panggung Asia.

Atlet para taekwondo dari NPCI Kabupaten Lumajang itu akan mewakili Indonesia pada 5th Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang pada Oktober 2026.

Perjalanan menuju panggung tersebut tidak datang begitu saja. Ria, yang lahir di Lumajang pada 13 Juli 2006, telah mengukir sejumlah prestasi di cabang para taekwondo.

Pada Peparnas 2024 di Solo, Ria meraih medali emas nomor K44 U47.

Setahun kemudian, ia kembali naik podium pada Pancasila Open 1/2025 di Ciracas dengan meraih emas nomor K44 U50.

Ria juga mendapat pengalaman internasional ketika tampil pada Asia Youth Para Games Bahrain 2025 nomor K44 U47. Kali ini, ia belum membawa pulang medali.

Perjalanan itu berlanjut. Pada Pancasila Open 2/2026 di Ciracas, Ria kembali meraih medali emas nomor K44 U50.

Ria menjalani latihan di Dojang Para Taekwondo Jatim. Dalam persiapannya, ia mendapat pendampingan pelatih Jatim, Peltu Tony Efendy, yang juga berasal dari Lumajang.

Letda M. Burhan Efendy mengatakan Ria akan berangkat ke Surakarta pada 14 September 2026 dari Stasiun Klakah.

Di Surakarta, Ria akan menjalani pelatihan intensif selama sebulan penuh sebelum bertolak ke Nagoya, Jepang.

“14 September berangkat ke Surakarta dari Stasiun Klakah menjalani pelatihan intensif sebulan penuh kemudian berangkat ke Nagoya Jepang dari Surakarta,” ujar Burhan.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum Ria menghadapi persaingan di Asian Para Games.

Bagi Ria, perjalanan menuju Nagoya bukan sekadar tentang pertandingan.

Ia membawa nama Indonesia sekaligus daerah asalnya, Lumajang.

Pesan Disabilitas Lampaui Batas menjadi gambaran perjalanan Ria. Keterbatasan tidak menjadi akhir dari langkah, tetapi menjadi bagian dari perjuangan untuk terus berkembang melalui olahraga.

Dari Kandangtepus, Ria bersiap menghadapi atlet-atlet dari berbagai negara Asia. Bahkan, medali emas yang pernah diraihnya menjadi bekal. Pengalaman tanpa medali di Bahrain menjadi pelajaran.

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kapas Biru di Mata Wisatawan China: Ketika Alam Menjadi Daya Tarik Utama

11 September 2026 - 10:29 WIB

Jumlah PMI Urus Compound di Malaysia Meningkat, 10-20 Orang Datang Setiap Hari

4 September 2026 - 20:52 WIB

RSUD dr Haryoto: BPJS dan Umum Hanya Beda Cara Bayar, Bagaimana Memastikan Layanannya Setara?

4 September 2026 - 08:51 WIB

Ketika Kepanikan Keluarga PMI Membuka Celah Percaloan

2 September 2026 - 13:11 WIB

Anak Susah Makan hingga Takut Nasi, Allia Kids Buka Layanan Pendampingan di Lumajang

31 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Ribuan PMI Malaysia Telah Didampingi Pulang, Aa. Salim Tekankan Pentingnya Jalur Resmi

31 Agustus 2026 - 08:17 WIB

Trending di Daerah