Dari Masa Kolonial ke Kini, Singowiguno Jadi Ikon Baru Pendopo Kecamatan Kedungjajang - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Pendidikan · 17 Agu 2025 08:17 WIB ·

Dari Masa Kolonial ke Kini, Singowiguno Jadi Ikon Baru Pendopo Kecamatan Kedungjajang


 Dari Masa Kolonial ke Kini, Singowiguno Jadi Ikon Baru Pendopo Kecamatan Kedungjajang Perbesar

Lumajang, – Pemerintah Kecamatan Kedungjajang menorehkan langkah penting dalam upaya pelestarian sejarah lokal dengan meresmikan penamaan Pendopo Kecamatan menjadi Pendopo Singowiguno.

Peresmian ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, yang sarat makna nasionalisme dan penghormatan terhadap tokoh lokal bersejarah.

Nama Singowiguno diambil dari sosok Raden Mas Singowiguno, seorang tokoh birokrasi pada era kolonial Belanda yang pernah menjabat sebagai Wodono (kepala kawedanan) Kedungjajang sekitar tahun 1890 hingga 1920. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang berdedikasi dan dekat dengan masyarakat.

Camat Kedungjajang, Samsul Nurul Huda, menjelaskan penamaan pendopo ini bukan sekadar simbolis, untuk merawat dan menanamkan nilai-nilai sejarah di tengah kehidupan masyarakat.

Baca juga: Dikira Dicuri, Ekskavator Lumajang Ditemukan di Bojonegoro: Ini Kronologinya

“Nama Pendopo Singowikuno ini merupakan hasil musyawarah bersama tokoh masyarakat. Ini adalah bentuk penghormatan kepada tokoh besar yang pernah memimpin daerah ini dan juga bentuk tanggung jawab kita dalam menjaga jejak sejarah agar tidak hilang,” kata Samsul, Minggu (17/8/25) dini hari.

Lebih dari sekadar penamaan, Pemerintah Kecamatan Kedungjajang juga memperkenalkan tradisi baru bertajuk “sekar”, yakni prosesi tabur bunga di makam Singowikuno yang terletak di Desa Curahpetung, lokasi tempat tinggal dan peristirahatan terakhir sang tokoh.

Tradisi ini akan dilakukan setiap menjelang upacara HUT RI sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus edukasi budaya kepada masyarakat.

Baca juga: Sindikat Pencuri Meteran Air Diringkus, Polres Lumajang Kejar Dua DPO

“Tradisi sekar ini baru kami mulai tahun ini, dan harapannya bisa menjadi bagian dari identitas baru Kedungjajang. Kita ingin generasi muda tidak hanya mengenal sejarah nasional, tapi juga memahami dan menghargai sejarah lokal mereka,” tambah Samsul.

Langkah pelestarian ini juga ditopang oleh rencana besar lainnya, yakni pengajuan rumah dan makam Raden Mas Singowiguno sebagai situs cagar budaya.

Pemerintah Kecamatan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, serta telah mendapatkan dukungan dari pihak keluarga untuk proses legalisasi situs sejarah tersebut.

Penetapan nama Pendopo Singowiguno menjadi awal dari upaya sistematis Kedungjajang dalam menggali kembali warisan lokal yang lama terlupakan. Samsul berharap, identitas sejarah ini akan menjadi landasan nilai dalam pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin membangun bukan hanya secara fisik, tapi juga secara nilai dan identitas. Dengan Pendopo Singowikuno, kita menghidupkan kembali semangat pengabdian dan kecintaan pada daerah yang diwariskan oleh para tokoh terdahulu,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kuota Beasiswa Lumajang Direncanakan Maksimal 100 Mahasiswa

30 Juli 2026 - 15:53 WIB

20 Mahasiswa Gugur, Pemkab Lumajang Salurkan Beasiswa kepada 114 Penerima

30 Juli 2026 - 11:52 WIB

Bupati Lumajang Wanti-wanti Sekolah Cegah Narkoba, Miras, dan Bullying

27 Juli 2026 - 11:29 WIB

Pemkab Lumajang Siapkan Beasiswa Rp6 Juta per Semester, Tambah Kuota 100 Mahasiswa

16 Juli 2026 - 10:33 WIB

Wali Murid Nilai Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah Perkuat Peran Pengasuhan

13 Juli 2026 - 10:22 WIB

SMK Taruna Jember Jangan Hanya Ganti Seragam, Kurikulumnya Harus Menjawab Kebutuhan Industri

8 Juli 2026 - 12:24 WIB

Trending di Pendidikan