Camat Kedungjajang Dorong Riset Sejarah dan Penetapan Cagar Budaya Lokal - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Pendidikan · 17 Agu 2025 16:41 WIB ·

Camat Kedungjajang Dorong Riset Sejarah dan Penetapan Cagar Budaya Lokal


 Camat Kedungjajang Dorong Riset Sejarah dan Penetapan Cagar Budaya Lokal Perbesar

Lumajang, – Seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian sejarah lokal, Camat Kedungjajang, Samsul Nurul Huda, mendorong dilakukannya rangkaian riset dan pendataan sejarah terhadap sejumlah lokasi bersejarah yang ada di wilayah Kecamatan Kedungjajang.

Di antaranya adalah rumah dan makam Raden Mas Singowikuno di Desa Curah Petung serta Sumber Merutu, yang diyakini memiliki nilai historis kuat dalam narasi lokal Lumajang.

Inisiatif ini dilandasi oleh temuan dan kesadaran baru mengenai keberadaan tokoh-tokoh berpengaruh masa lampau yang berasal dari Kedungjajang, serta potensi kawasan yang dapat dikembangkan menjadi situs cagar budaya dan destinasi edukatif.

Baca juga: Sarung dan Kopyah Merah Putih, Nasionalisme yang Membumi dari Santri Lumajang

“Kami menyadari, Kedungjajang ini bukan hanya kaya secara alam, tapi juga kaya secara sejarah. Sayangnya, banyak yang belum terdokumentasi dengan baik. Maka dari itu, saya mendorong adanya riset sejarah secara serius,” kata Samsul, Minggu (17/8/25).

Pemerintah Kecamatan Kedungjajang telah menjalin komunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang, serta membuka peluang kerja sama dengan akademisi, peneliti, dan komunitas sejarah untuk melakukan kajian yang mendalam.

Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar pengajuan penetapan situs cagar budaya resmi, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Baca juga: Sebanyak 21 TKA Bekerja di Lumajang, Pemkab Terapkan Retribusi dengan Tarif 100 Dolar per Bulan

Salah satu fokus utama adalah rumah dan makam Raden Mas Singowikuno, seorang tokoh birokrasi kolonial yang pernah menjabat sebagai Wodono Kedungjajang selama lebih dari 30 tahun.

Rumah dan makam beliau yang terletak di Desa Coroboto menjadi bukti fisik keberadaan tokoh penting tersebut.

Selain itu, Sumber Merutu juga menjadi sorotan. Lokasi ini dikenal masyarakat sebagai sumber mata air alami yang dulunya diyakini sebagai pemandian selir Arya Wiraraja, tokoh penting dalam sejarah kerajaan di Jawa Timur.

“Kami tidak bisa asal klaim, maka kami ingin ada pendekatan ilmiah. Kalau hasil riset mendukung, kita akan perjuangkan status cagar budayanya. Kalau bisa, situs-situs ini tidak hanya terjaga, tapi juga bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah dan edukasi,” jelas Samsul.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah kecamatan dalam memperkuat identitas daerah dan mendorong pembangunan berbasis kearifan lokal.

Dengan pelestarian situs sejarah, diharapkan masyarakat, terutama generasi muda, memiliki rasa bangga dan keterikatan terhadap daerahnya.

“Kami ingin warisan sejarah ini tidak hilang ditelan waktu. Justru harus menjadi pijakan untuk membangun Kedungjajang yang lebih kuat, baik secara budaya maupun ekonomi,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menganyam Harmoni di Lereng Semeru, Keberagaman Budaya dan Adat di Kecamatan Senduro

26 Maret 2026 - 11:37 WIB

Ramadan Jadi Momentum Lahirnya Asrama Tahassus 600 Santri di Lumajang, Bupati Sebut Kebanggaan Daerah

6 Maret 2026 - 19:00 WIB

Sungai Regoyo Meluap, 37 Siswa SD di Dusun Sumberlangsep Terpaksa Ujian dari Rumah

5 Maret 2026 - 18:24 WIB

Menelusuri Masjid Tua Lumajang, Warisan Dakwah Ulama dan Jejak Sejarah Pasca Perang Jawa

5 Maret 2026 - 12:42 WIB

Durasi Jam Pelajaran Disesuaikan, Pembelajaran Ramadan di Surabaya Tetap Efektif

17 Februari 2026 - 11:57 WIB

Dari 5.655 Kini 1.700, Angka ATS Kota Malang Terus Menyusut

2 Februari 2026 - 09:20 WIB

Trending di Pendidikan