Ekor Layangan Sentuh Kabel, PLN: Bisa Picu Korsleting dan Pemadaman Massal - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 25 Agu 2025 18:16 WIB ·

Ekor Layangan Sentuh Kabel, PLN: Bisa Picu Korsleting dan Pemadaman Massal


 Ekor Layangan Sentuh Kabel, PLN: Bisa Picu Korsleting dan Pemadaman Massal Perbesar

Lumajang, – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lumajang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menerbangkan layang-layang di dekat jaringan listrik, karena berisiko tinggi menimbulkan korsleting yang dapat menyebabkan pemadaman listrik secara massal.

Peringatan ini disampaikan langsung oleh Manager PLN ULP Lumajang, Ardhyan Fajar, yang menyebut bahwa beberapa insiden padamnya listrik di wilayah Lumajang dalam beberapa waktu terakhir disebabkan oleh layang-layang yang tersangkut di kabel listrik.

Baca juga: Program SPPG Lumajang Layani 3.750 Siswa dan Ibu Hamil, Menu Disesuaikan Kebutuhan Gizi

“Kabel jaringan PLN ada tiga. Kalau ekor layangan, apalagi yang berbahan plastik mengenai ketiganya sekaligus, itu bisa memicu gangguan arus pendek. Perbaikannya butuh waktu, jadi pemadaman bisa cukup lama,” jelas Ardhyan, Senin (25/8/25).

Menurutnya, titik-titik seperti Jembatan Gambiran kerap dipadati warga yang bermain layang-layang, dan menjadi salah satu lokasi yang rawan gangguan.

Baca juga: Tindak Tegas Pemerasan Kades, Bupati Lumajang: Kapolres Tidak Main-Main

Untuk itu, PLN telah melakukan sosialisasi langsung ke lapangan agar warga memahami bahaya dari aktivitas tersebut.

Selain itu, rangka bambu pada layangan juga disebut berbahaya saat musim hujan, karena bambu basah bisa menghantarkan air dan menghubungkan arus listrik antarkabel, yang memperbesar risiko korsleting.

Ardhyan juga menyoroti pohon tumbang sebagai penyebab lain gangguan listrik, terutama pohon-pohon besar seperti sengon yang tumbuh di dekat jaringan listrik.

Ia mengatakan, petugas di lapangan sering kesulitan melakukan pemangkasan karena penolakan dari pemilik pohon.

“Kami minta kerja samanya. Kadang warga keberatan pohonnya ditebang, tapi kalau dibiarkan bisa timbul gangguan yang merugikan banyak orang,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah