Ekor Layangan Sentuh Kabel, PLN: Bisa Picu Korsleting dan Pemadaman Massal - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 25 Agu 2025 18:16 WIB ·

Ekor Layangan Sentuh Kabel, PLN: Bisa Picu Korsleting dan Pemadaman Massal


 Ekor Layangan Sentuh Kabel, PLN: Bisa Picu Korsleting dan Pemadaman Massal Perbesar

Lumajang, – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Lumajang kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menerbangkan layang-layang di dekat jaringan listrik, karena berisiko tinggi menimbulkan korsleting yang dapat menyebabkan pemadaman listrik secara massal.

Peringatan ini disampaikan langsung oleh Manager PLN ULP Lumajang, Ardhyan Fajar, yang menyebut bahwa beberapa insiden padamnya listrik di wilayah Lumajang dalam beberapa waktu terakhir disebabkan oleh layang-layang yang tersangkut di kabel listrik.

Baca juga: Program SPPG Lumajang Layani 3.750 Siswa dan Ibu Hamil, Menu Disesuaikan Kebutuhan Gizi

“Kabel jaringan PLN ada tiga. Kalau ekor layangan, apalagi yang berbahan plastik mengenai ketiganya sekaligus, itu bisa memicu gangguan arus pendek. Perbaikannya butuh waktu, jadi pemadaman bisa cukup lama,” jelas Ardhyan, Senin (25/8/25).

Menurutnya, titik-titik seperti Jembatan Gambiran kerap dipadati warga yang bermain layang-layang, dan menjadi salah satu lokasi yang rawan gangguan.

Baca juga: Tindak Tegas Pemerasan Kades, Bupati Lumajang: Kapolres Tidak Main-Main

Untuk itu, PLN telah melakukan sosialisasi langsung ke lapangan agar warga memahami bahaya dari aktivitas tersebut.

Selain itu, rangka bambu pada layangan juga disebut berbahaya saat musim hujan, karena bambu basah bisa menghantarkan air dan menghubungkan arus listrik antarkabel, yang memperbesar risiko korsleting.

Ardhyan juga menyoroti pohon tumbang sebagai penyebab lain gangguan listrik, terutama pohon-pohon besar seperti sengon yang tumbuh di dekat jaringan listrik.

Ia mengatakan, petugas di lapangan sering kesulitan melakukan pemangkasan karena penolakan dari pemilik pohon.

“Kami minta kerja samanya. Kadang warga keberatan pohonnya ditebang, tapi kalau dibiarkan bisa timbul gangguan yang merugikan banyak orang,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah