Danantara Serap 5.500 Ton Gula Petani Lumajang, Harga Stabil di Rp 14.500 Per Kg - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Bisnis · 5 Sep 2025 15:09 WIB ·

Danantara Serap 5.500 Ton Gula Petani Lumajang, Harga Stabil di Rp 14.500 Per Kg


 Danantara Serap 5.500 Ton Gula Petani Lumajang, Harga Stabil di Rp 14.500 Per Kg Perbesar

Lumajang, – Peran strategis Danantara sebagai penyangga hasil pertanian kembali terbukti. Sebanyak 5.500 ton gula milik petani tebu di Kabupaten Lumajang telah berhasil diserap oleh perusahaan tersebut dengan harga Rp 14.500 per kilogram. Total dana yang telah dicairkan mencapai Rp 79,7 miliar.

Serapan ini menjadi kabar baik bagi petani tebu yang sebelumnya sempat khawatir karena gula mereka tertimbun cukup lama di Gudang PG Jatiroto.

Plt Ketua DPC Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PG Jatiroto, Edy Sudarsono, menyebut pembayaran dari Danantara telah dilakukan secara penuh untuk Tahap I.

Baca juga: Penyaluran Gula Impor Tak Tepat Sasaran, Petani Lokal Jadi Korban

“Pada Kamis kemarin sudah cair semua dana dari Danantara untuk Jatiroto Tahap I dengan kuantum 5.500 ton,” kata Edy melalui pesan singkat, Junat (5/9/25).

Dengan adanya pembelian ini, harga gula petani pun dapat distabilkan di angka Rp 14.500 per kilogram. Langkah ini dinilai membantu menenangkan pasar sekaligus menjamin keberlangsungan usaha tani tebu rakyat.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Ungkap 64 Kasus Curanmor, 47 Pelaku Ditangkap

Saat ini, stok gula yang masih tersisa di gudang hanya sekitar 2.500 ton, setelah sebelumnya 1.000 ton telah dibeli oleh pedagang. Sisa gula ini juga direncanakan akan diserap oleh Danantara dalam Tahap II, meski belum ada jadwal pasti kapan realisasinya dilakukan.

Menurut Edy, pembelian tahap pertama ini menjadi bukti bahwa mekanisme penyerapan bisa berjalan lancar jika semua pihak berkomitmen.

“Alhamdulillah, petani sudah merasa aman dan semangat lagi. Ini sangat berarti bagi kelangsungan hidup mereka,” katanya.

Ia berharap, pola serapan yang konsisten ini bisa terus dijaga, agar tidak terjadi lagi penundaan seperti sebelumnya. Terlebih, petani menggantungkan sepenuhnya pendapatan keluarga dari sektor pertanian tebu.

“Pedagang pun mulai kembali melirik gula petani. Ini sinyal positif,” tambah Edy.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Sapi Besar di Lumajang Tembus Rp 30 Juta per Ekor

21 Mei 2026 - 13:07 WIB

Harga Pertamina Dex Naik, Pengusaha Pasir Lumajang Kelimpungan

7 Mei 2026 - 11:46 WIB

Ketika Gitar Tak Lagi Sekadar Alat Musik, Sentuhan Seni Bung Tiok Jadi Buruan Kolektor Dunia

3 Mei 2026 - 07:49 WIB

Berawal dari Botol Bekas, Arif Kini Panen 7 Kuintal Selada Setiap 40 Hari

23 April 2026 - 07:43 WIB

Halal Bihalal Kadin Lumajang–Sidoarjo, Pertanyakan Minimnya Kekompakan Pengusaha Lokal

11 April 2026 - 16:54 WIB

Tak Bisa Sajikan Teh Hangat, Pedagang Bakso di Lumajang Kehilangan Pelanggannya

10 April 2026 - 11:10 WIB

Trending di Bisnis