Wayang Kulit Wahyu Katentreman Lumajang dan Budaya - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 8 Sep 2025 07:15 WIB ·

Gema Wahyu Katentreman: Lumajang Hidupkan Wayang Kulit sebagai Warisan Budaya dan Perekat Bangsa


 Gema Wahyu Katentreman: Lumajang Hidupkan Wayang Kulit sebagai Warisan Budaya dan Perekat Bangsa Perbesar

Wayang Kulit Kembali Hidup di Alun-Alun Lumajang

Pemerintah Kabupaten Lumajang menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni budaya tradisional melalui pagelaran wayang kulit “Wahyu Katentreman” di Alun-Alun Lumajang, Sabtu (6/9/2025). Ribuan warga hadir menyaksikan pertunjukan yang sarat makna tersebut.

Bunda Indah: Wayang Adalah Tuntunan, Bukan Sekadar Tontonan

Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), menegaskan bahwa wayang kulit bukan hanya hiburan, tetapi warisan budaya dunia yang membawa pesan moral dan nilai persatuan.

“Wayang kulit adalah warisan budaya yang telah diakui UNESCO. Ia adalah tuntunan, bukan sekadar tontonan. Generasi muda harus mencintai budaya ini karena di sanalah identitas bangsa bertumpu,” ujarnya.

Pesan Damai dalam Lakon Wahyu Katentreman

Lakon yang dipentaskan, “Wahyu Katentreman”, mengangkat pesan ketenteraman, persatuan, serta penolakan terhadap provokasi dan tindakan anarkis. Pesan tersebut dinilai sangat relevan di tengah dinamika sosial saat ini.

Bunda Indah juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga harmoni daerah.
“Mari kita jaga Lumajang tetap damai dari pihak-pihak yang ingin memecah belah. Budaya adalah benteng yang menyatukan kita,” tegasnya.

Perekat Generasi dan Daya Tarik Pariwisata

Pagelaran wayang kulit ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga ruang strategis memperkuat kebersamaan lintas generasi. Anak-anak muda memperoleh pendidikan karakter dari kisah pewayangan, sementara masyarakat luas diajak merenungkan pentingnya hidup rukun dan tenteram.

Selain itu, acara ini memberikan dampak positif pada sektor pariwisata budaya Lumajang. Kehadiran ribuan penonton di Alun-Alun membuktikan bahwa seni tradisi masih relevan, diminati, dan mampu menjadi magnet sosial di era modern.

Budaya Sebagai Pilar Masa Depan

Dari panggung Alun-Alun Lumajang, gema Wahyu Katentreman mengingatkan bangsa bahwa budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, melainkan pilar untuk membangun masa depan yang damai, beradab, dan penuh persatuan.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah