Pengawasan Dapur MBG Lumajang untuk Kualitas Pangan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 11 Sep 2025 14:00 WIB ·

Pemkab Lumajang Perkuat Data dan Pengawasan Dapur MBG untuk Jamin Gizi Aman dan Transparan


 Pemkab Lumajang Perkuat Data dan Pengawasan Dapur MBG untuk Jamin Gizi Aman dan Transparan Perbesar

Data Akurat Jadi Fondasi Program MBG

Keberhasilan dapur umum Bantuan Gizi (MBG) di Lumajang tidak hanya bergantung pada operasional dapur, tetapi juga pada data yang akurat. Kepala BPS Lumajang, Moch. Sonhaji, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan survei menyeluruh mencakup penyedia bahan pangan, supplier, sekolah, hingga penerima manfaat.
“Data sangat penting untuk memastikan program berjalan efektif, aman, sekaligus memetakan dampaknya bagi masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (8/9/2025).

Pengawasan Ketat Pangan dan Gizi

Selain data, pengawasan kualitas pangan menjadi fokus utama. Sonhaji menekankan pentingnya sinergi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) guna menjaga ketersediaan bahan pangan, serta dengan BPOM untuk memastikan keamanan dan kualitas gizi. Uji kelayakan bahan pangan kini menjadi prosedur rutin demi menjamin makanan yang disajikan aman dan bergizi tinggi.

Tim Ahli di Setiap Dapur MBG

Setiap dapur MBG dilengkapi tiga tenaga inti: ahli gizi, kepala dapur, dan akuntan. Tim ini berperan memastikan distribusi makanan berlangsung transparan, efisien, dan sesuai standar gizi yang ditetapkan.
“Dengan data kuat, pengawasan ketat, dan kolaborasi lintas sektor, dapur MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi daerah,” tegas Sonhaji.

Model Pengelolaan Transparan dan Berkelanjutan

Langkah terpadu Pemkab Lumajang ini memperlihatkan sinergi antara aspek sosial, kesehatan, dan ekonomi dalam pengelolaan bantuan pangan. Pemerintah daerah terus memantau kinerja dapur MBG untuk memastikan manfaatnya maksimal bagi masyarakat sekaligus menjaga kestabilan pasokan pangan lokal.

Melalui penguatan data dan pengawasan, dapur MBG menjadi model bantuan pangan yang transparan, aman, dan berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima makanan bergizi, tetapi juga merasakan dampak positif terhadap stabilitas harga pangan di pasar lokal.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Buka Pelatihan Tukang Bangunan, Warga Bisa Dapat Sertifikasi Resmi

5 Februari 2026 - 14:49 WIB

Tekan Kebocoran, Pajak Pasir Lumajang Kini Dibayar Langsung Lewat Bank

5 Februari 2026 - 14:32 WIB

Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan

5 Februari 2026 - 13:46 WIB

Petani Bangsalsari Ungkap Program Oplah Tak Tepat Sasaran, Kebutuhan Air Belum Terjawab

5 Februari 2026 - 13:40 WIB

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Trending di Daerah