KAI Daop 9 Jember Gunakan Bantalan Sintetis Inovatif untuk Tingkatkan Keselamatan Kereta Saat Musim Hujan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Bisnis · 18 Sep 2025 17:56 WIB ·

KAI Daop 9 Jember Gunakan Bantalan Sintetis Inovatif untuk Tingkatkan Keselamatan Kereta Saat Musim Hujan


 KAI Daop 9 Jember Gunakan Bantalan Sintetis Inovatif untuk Tingkatkan Keselamatan Kereta Saat Musim Hujan Perbesar

Jember, – Dalam menyambut musim hujan, PT Kereta Api Indonesia Daop 9 Jember meningkatkan langkah mitigasi risiko untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api.

Salah satu inovasi yang diaplikasikan adalah penggantian bantalan kayu dengan bantalan sintetis berteknologi tinggi pada jembatan-jembatan kereta.

Manager Hukum dan Humas Daop 9, Cahyo Widiantoro mengatakan, musim hujan membawa tantangan serius, terutama di tujuh titik daerah rawan seperti banjir, longsor, dan amblesan tanah di sepanjang jalur operasional.

Baca juga: Menteri PPPA Kecam Keras Kekerasan yang Merenggut Nyawa Anak di Pasuruan

“Pengawasan ketat dan pemeriksaan ekstra menjadi prioritas, terutama ketika hujan deras berlangsung lebih dari satu jam. Kami mengerahkan Petugas Pemeriksa Jalur ekstra untuk mengantisipasi potensi gangguan,” kata Cahyo, Kamis (18/9/25).

Baca juga: Kerusuhan 2 Hari di Surabaya Rugikan Negara Rp4 Miliar

Penggantian bantalan kayu dengan sintetis yang tahan hingga 50 tahun bukan hanya meningkatkan daya tahan dan kekuatan struktur, tapi juga mendukung komitmen KAI dalam pelestarian lingkungan.

“Sampai saat ini sudah terpasang lebih dari 4.000 batang bantalan sintetis dari total hampir 9.000 batang. Ini langkah strategis kami demi menghadirkan transportasi yang aman dan ramah lingkungan,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Sapi Besar di Lumajang Tembus Rp 30 Juta per Ekor

21 Mei 2026 - 13:07 WIB

Harga Pertamina Dex Naik, Pengusaha Pasir Lumajang Kelimpungan

7 Mei 2026 - 11:46 WIB

Ketika Gitar Tak Lagi Sekadar Alat Musik, Sentuhan Seni Bung Tiok Jadi Buruan Kolektor Dunia

3 Mei 2026 - 07:49 WIB

Berawal dari Botol Bekas, Arif Kini Panen 7 Kuintal Selada Setiap 40 Hari

23 April 2026 - 07:43 WIB

Halal Bihalal Kadin Lumajang–Sidoarjo, Pertanyakan Minimnya Kekompakan Pengusaha Lokal

11 April 2026 - 16:54 WIB

Tak Bisa Sajikan Teh Hangat, Pedagang Bakso di Lumajang Kehilangan Pelanggannya

10 April 2026 - 11:10 WIB

Trending di Bisnis