Eri Irawan: Pembiayaan Alternatif Bisa Selamatkan Rp59,9 Miliar Uang Daerah - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 1 Okt 2025 07:36 WIB ·

Eri Irawan: Pembiayaan Alternatif Bisa Selamatkan Rp59,9 Miliar Uang Daerah


 Eri Irawan: Pembiayaan Alternatif Bisa Selamatkan Rp59,9 Miliar Uang Daerah Perbesar

Surabaya, – Anggota Badan Anggaran DPRD Surabaya, Eri Irawan, menegaskan bahwa pemanfaatan pembiayaan alternatif untuk pembangunan infrastruktur di Kota Surabaya tidak hanya mempercepat pengerjaan proyek, tetapi juga dapat memberikan efisiensi anggaran hingga Rp59,9 miliar dibandingkan menggunakan APBD murni.

Menurut Eri, program infrastruktur strategis seperti Pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), pelebaran Jalan Wiyung, flyover Dolog, serta diversi Gunungsari dan penerangan jalan umum, bisa diselesaikan lebih cepat dengan pembiayaan alternatif.

Skema ini memungkinkan pemerintah daerah memulai proyek tahun ini, menghindari risiko kenaikan biaya konstruksi, tenaga kerja, dan operasional akibat inflasi yang terus meningkat.

Baca juga:Konflik Terbuka Bupati vs Wakil Bupati di Jember dan Sidoarjo, Pemerintahan Terancam Mandek

“Menunda pembangunan akan membuat biaya proyek jauh lebih besar di tahun-tahun mendatang. Dengan memulai tahun ini, pemerintah daerah bisa menghemat anggaran alias lebih efisien dalam jangka panjang,” ujar Eri, Rabu (1/9/2025).

Eri menjelaskan, kajian yang dilakukan menunjukkan jika proyek-proyek tersebut dibiayai dengan skema pinjaman daerah yang harus selesai paling lambat 2027, biaya total termasuk bunga masih lebih hemat dibandingkan pembiayaan menggunakan APBD hingga 2029. Selisih efisiensi anggaran yang diperoleh mencapai Rp59,9 miliar.

Baca juga: Tangis Pecah di Sidoarjo, Tiga Santri Ponpes Al-Khoziny Tewas dalam Tragedi Musala Roboh

Meski begitu, Eri mengingatkan bahwa perencanaan dan pengawasan yang ketat mutlak diperlukan agar kualitas hasil pembangunan tetap optimal dan berdampak besar bagi masyarakat.

“Tentu saja perencanaannya harus matang, diawasi ketat, sehingga hasilnya berkualitas dan berdampak optimal bagi publik,” katanya.

Selain efisiensi, pembiayaan alternatif juga dinilai Eri bisa memanfaatkan momentum kebijakan fiskal pemerintah pusat yang mendukung program pembangunan daerah, termasuk konsep cost sharing pada proyek strategis seperti flyover Dolog yang berkontribusi pada pengurangan perlintasan sebidang (SRRL) di Surabaya.

“Pemkot Surabaya bisa memanfaatkan momentum kebijakan pusat yang mendukung pembiayaan infrastruktur. Ini menjadi kesempatan untuk percepatan pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jabatan Kosong Tak Perlu Menunggu, Bunda Indah Dorong Pengisian Bertahap

18 September 2026 - 08:50 WIB

Dapat Amanah Baru, Bunda Indah Minta ASN Lumajang Tak Berhenti Belajar

18 September 2026 - 08:48 WIB

Bukan Sekadar Studi Banding, Bunda Indah Dorong ASN Lumajang Berani Meniru Inovasi yang Lebih Baik

18 September 2026 - 08:46 WIB

Bukan Cuma Hiburan, Bunda Indah Ingin Ponsel Jadi Jendela Pengetahuan di Ruang Publik Lumajang

18 September 2026 - 08:44 WIB

Bunda Indah Soroti Potensi Kebocoran Pendapatan, Minta Pemkab Lumajang Perkuat Sistem Digital

18 September 2026 - 08:41 WIB

Bunda Indah Bekali Pejabat Lumajang: Hadapi Masalah Satu per Satu, Jangan Takut Cari Solusi

18 September 2026 - 08:39 WIB

Trending di Daerah