Eri Irawan: Pembiayaan Alternatif Bisa Selamatkan Rp59,9 Miliar Uang Daerah - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 1 Okt 2025 07:36 WIB ·

Eri Irawan: Pembiayaan Alternatif Bisa Selamatkan Rp59,9 Miliar Uang Daerah


 Eri Irawan: Pembiayaan Alternatif Bisa Selamatkan Rp59,9 Miliar Uang Daerah Perbesar

Surabaya, – Anggota Badan Anggaran DPRD Surabaya, Eri Irawan, menegaskan bahwa pemanfaatan pembiayaan alternatif untuk pembangunan infrastruktur di Kota Surabaya tidak hanya mempercepat pengerjaan proyek, tetapi juga dapat memberikan efisiensi anggaran hingga Rp59,9 miliar dibandingkan menggunakan APBD murni.

Menurut Eri, program infrastruktur strategis seperti Pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), pelebaran Jalan Wiyung, flyover Dolog, serta diversi Gunungsari dan penerangan jalan umum, bisa diselesaikan lebih cepat dengan pembiayaan alternatif.

Skema ini memungkinkan pemerintah daerah memulai proyek tahun ini, menghindari risiko kenaikan biaya konstruksi, tenaga kerja, dan operasional akibat inflasi yang terus meningkat.

Baca juga:Konflik Terbuka Bupati vs Wakil Bupati di Jember dan Sidoarjo, Pemerintahan Terancam Mandek

“Menunda pembangunan akan membuat biaya proyek jauh lebih besar di tahun-tahun mendatang. Dengan memulai tahun ini, pemerintah daerah bisa menghemat anggaran alias lebih efisien dalam jangka panjang,” ujar Eri, Rabu (1/9/2025).

Eri menjelaskan, kajian yang dilakukan menunjukkan jika proyek-proyek tersebut dibiayai dengan skema pinjaman daerah yang harus selesai paling lambat 2027, biaya total termasuk bunga masih lebih hemat dibandingkan pembiayaan menggunakan APBD hingga 2029. Selisih efisiensi anggaran yang diperoleh mencapai Rp59,9 miliar.

Baca juga: Tangis Pecah di Sidoarjo, Tiga Santri Ponpes Al-Khoziny Tewas dalam Tragedi Musala Roboh

Meski begitu, Eri mengingatkan bahwa perencanaan dan pengawasan yang ketat mutlak diperlukan agar kualitas hasil pembangunan tetap optimal dan berdampak besar bagi masyarakat.

“Tentu saja perencanaannya harus matang, diawasi ketat, sehingga hasilnya berkualitas dan berdampak optimal bagi publik,” katanya.

Selain efisiensi, pembiayaan alternatif juga dinilai Eri bisa memanfaatkan momentum kebijakan fiskal pemerintah pusat yang mendukung program pembangunan daerah, termasuk konsep cost sharing pada proyek strategis seperti flyover Dolog yang berkontribusi pada pengurangan perlintasan sebidang (SRRL) di Surabaya.

“Pemkot Surabaya bisa memanfaatkan momentum kebijakan pusat yang mendukung pembiayaan infrastruktur. Ini menjadi kesempatan untuk percepatan pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PDI Perjuangan Dorong Solusi Aset Tak Terpakai Lewat Raperda Baru

6 Mei 2026 - 10:39 WIB

Optimalisasi Aset Daerah, DPRD Lumajang Targetkan PAD Meningkat

6 Mei 2026 - 10:31 WIB

PDI Perjuangan: Raperda GAKI Penting untuk Masa Depan Generasi Lumajang

6 Mei 2026 - 09:07 WIB

Fraksi PDI Perjuangan Dorong Perda GAKI, 40 Desa Mandiri Garam Jadi Dasar Penguatan

6 Mei 2026 - 08:34 WIB

Ratih Damayanti, Dorong Kesadaran Lingkungan Berbasis Keagamaan

5 Mei 2026 - 21:01 WIB

Bupati Lumajang Dorong Peran Organisasi Keagamaan Perkuat Ekonomi dan Sosial Umat

5 Mei 2026 - 19:01 WIB

Trending di Daerah