Tinggal di Kandang Sapi, Nenek Arsina Bertahan Hidup dari Uluran Tangan Tetangga - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 3 Okt 2025 13:02 WIB ·

Tinggal di Kandang Sapi, Nenek Arsina Bertahan Hidup dari Uluran Tangan Tetangga


 Tinggal di Kandang Sapi, Nenek Arsina Bertahan Hidup dari Uluran Tangan Tetangga Perbesar

Lumajang, – Di usia senjanya, Nenek Arsina (75), warga Dusun Mulyorejo, Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, harus menjalani kehidupan yang jauh dari kata layak.

Rumah yang seharusnya menjadi tempat berteduh dan beristirahat, kini tak lagi bisa melindunginya dari panas dan hujan. Atap yang tinggal separuh dan dinding yang nyaris roboh memaksa Nenek Arsina pindah ke tempat tak lazim kandang sapi.

“Kalau hujan turun, air masuk semua ke dalam rumah. Dindingnya juga sudah hampir roboh. Akhirnya Nenek Arsina tinggal di kandang sapi,” kata Sarto, salah satu tetangga Nenek Arsina, Jumat (3/10/2025).

Judul: Gerakan Kemanusiaan Babinsa Lumajang, Rumah Nenek Arsina Direhab Lewat Patungan dan Donasi Warga

Nenek Arsina hanya hidup dari bantuan orang lain. Untuk makan sehari-hari, ia bergantung pada belas kasih tetangga yang kerap memberikan makanan atau kebutuhan pokok. Ia memiliki satu orang anak, namun anaknya bekerja sebagai buruh pencari rumput, yang penghasilannya tidak menentu.

Bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah sebenarnya sudah diajukan, namun hingga kini belum juga diterima. Sementara itu, untuk bantuan perbaikan rumah, pemerintah desa mengakui masih mengalami keterbatasan anggaran.

Baca juga: Konflik Terbuka Bupati vs Wakil Bupati di Jember dan Sidoarjo, Pemerintahan Terancam Mandek

Kepala Desa Tunjung, Sari Rosi, mengatakan bahwa pihaknya telah menyalurkan beberapa bentuk bantuan kepada keluarga Nenek Arsina sebelumnya. Namun, bantuan untuk rehab rumah belum sempat terealisasi karena anggaran yang terbatas.

“Kami sangat mendukung dan berterima kasih kepada Pak Babinsa dan masyarakat yang turut peduli,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, sebuah gerakan kemanusiaan tumbuh dari pelosok desa di Kabupaten Lumajang. Bermula dari keprihatinan terhadap kondisi hidup seorang nenek miskin, seorang Babinsa dari Koramil Gucialit menginisiasi perbaikan rumah yang nyaris ambruk.

Kini, rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal nenek Arsina, namun lebih menyerupai kandang sapi mulai dibongkar untuk direhab lewat hasil patungan dan donasi warga.

Setelah melihat langsung kondisi rumah nenek Arsina yang sudah tak layak huni, ia tak tinggal diam. Bersama rekan-rekannya sesama anggota TNI, ia berinisiatif melakukan penggalangan dana secara sukarela, yang kemudian mendapat respons positif dari para donatur dan warga setempat.

Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satu Tumpeng, Tinggi 6 Meter, Targetnya Satu Rekor

1 September 2026 - 15:02 WIB

Tak Semua Petani Tembakau Dapat BLT, APTI Lumajang Terapkan Seleksi Berbasis Data

31 Agustus 2026 - 15:38 WIB

BLT DBHCHT Petani Tembakau Lumajang Dipangkas, Penerima Tinggal 3.525 Orang

31 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Buruh Pabrik Rokok Jadi Sasaran BLT DBHCHT, Pemkab Lumajang Dorong Kesejahteraan Pekerja

31 Agustus 2026 - 15:23 WIB

150 Buruh Pabrik Rokok di Kunir Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu

31 Agustus 2026 - 15:18 WIB

Rp28,2 Juta BLT DBHCHT Disalurkan ke 47 Warga Yosowilangun Lumajang

31 Agustus 2026 - 14:13 WIB

Trending di Daerah