Lumajang, – Di usia senjanya, Nenek Arsina (75), warga Dusun Mulyorejo, Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit, Kabupaten Lumajang, harus menjalani kehidupan yang jauh dari kata layak.
Rumah yang seharusnya menjadi tempat berteduh dan beristirahat, kini tak lagi bisa melindunginya dari panas dan hujan. Atap yang tinggal separuh dan dinding yang nyaris roboh memaksa Nenek Arsina pindah ke tempat tak lazim kandang sapi.
“Kalau hujan turun, air masuk semua ke dalam rumah. Dindingnya juga sudah hampir roboh. Akhirnya Nenek Arsina tinggal di kandang sapi,” kata Sarto, salah satu tetangga Nenek Arsina, Jumat (3/10/2025).
Judul: Gerakan Kemanusiaan Babinsa Lumajang, Rumah Nenek Arsina Direhab Lewat Patungan dan Donasi Warga
Nenek Arsina hanya hidup dari bantuan orang lain. Untuk makan sehari-hari, ia bergantung pada belas kasih tetangga yang kerap memberikan makanan atau kebutuhan pokok. Ia memiliki satu orang anak, namun anaknya bekerja sebagai buruh pencari rumput, yang penghasilannya tidak menentu.
Bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah sebenarnya sudah diajukan, namun hingga kini belum juga diterima. Sementara itu, untuk bantuan perbaikan rumah, pemerintah desa mengakui masih mengalami keterbatasan anggaran.
Baca juga: Konflik Terbuka Bupati vs Wakil Bupati di Jember dan Sidoarjo, Pemerintahan Terancam Mandek
Kepala Desa Tunjung, Sari Rosi, mengatakan bahwa pihaknya telah menyalurkan beberapa bentuk bantuan kepada keluarga Nenek Arsina sebelumnya. Namun, bantuan untuk rehab rumah belum sempat terealisasi karena anggaran yang terbatas.
“Kami sangat mendukung dan berterima kasih kepada Pak Babinsa dan masyarakat yang turut peduli,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah gerakan kemanusiaan tumbuh dari pelosok desa di Kabupaten Lumajang. Bermula dari keprihatinan terhadap kondisi hidup seorang nenek miskin, seorang Babinsa dari Koramil Gucialit menginisiasi perbaikan rumah yang nyaris ambruk.
Kini, rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal nenek Arsina, namun lebih menyerupai kandang sapi mulai dibongkar untuk direhab lewat hasil patungan dan donasi warga.
Setelah melihat langsung kondisi rumah nenek Arsina yang sudah tak layak huni, ia tak tinggal diam. Bersama rekan-rekannya sesama anggota TNI, ia berinisiatif melakukan penggalangan dana secara sukarela, yang kemudian mendapat respons positif dari para donatur dan warga setempat.
Tinggalkan Balasan