Gerakan Kemanusiaan Babinsa Lumajang, Rumah Nenek Arsina Direhab Lewat Patungan dan Donasi Warga - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 3 Okt 2025 12:05 WIB ·

Gerakan Kemanusiaan Babinsa Lumajang, Rumah Nenek Arsina Direhab Lewat Patungan dan Donasi Warga


 Gerakan Kemanusiaan Babinsa Lumajang, Rumah Nenek Arsina Direhab Lewat Patungan dan Donasi Warga Perbesar

Lumajang, – Sebuah gerakan kemanusiaan tumbuh dari pelosok desa di Kabupaten Lumajang. Bermula dari keprihatinan terhadap kondisi hidup seorang nenek miskin, seorang Babinsa dari Koramil Gucialit menginisiasi perbaikan rumah yang nyaris ambruk.

Kini, rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal nenek Arsina, namun lebih menyerupai kandang sapi mulai dibongkar untuk direhab lewat hasil patungan dan donasi warga.

Adalah Serma Masruri, Babinsa yang bertugas di Desa Tunjung, Kecamatan Gucialit, yang pertama kali menggerakkan hati masyarakat.

Setelah melihat langsung kondisi rumah nenek Arsina yang sudah tak layak huni, ia tak tinggal diam. Bersama rekan-rekannya sesama anggota TNI, ia berinisiatif melakukan penggalangan dana secara sukarela, yang kemudian mendapat respons positif dari para donatur dan warga setempat.

Baca juga: Ini Rincian Penetapan NI PPPK Paruh Waktu di Lumajang

“Kondisi rumahnya sangat memprihatinkan, dan beliau hanya tinggal bersama anak dan cucu yang juga kesulitan ekonomi. Karena itu, kami putuskan bergerak,” ungkap Serma Masruri, Jumat (3/10/2025).

Setiap hari, nenek Arsina terpaksa tidur di kandang sapi karena atap rumahnya bocor dan dindingnya nyaris roboh. Untuk makan, ia bergantung dari belas kasih tetangga. Sementara anak dan cucunya, yang tinggal bersamanya, hanya bekerja sebagai buruh pencari rumput untuk pakan ternak milik orang lain.

Baca juga: 12 Tahun Buron, Terpidana Korupsi Aset Pemkot Surabaya Ditangkap di Blitar

Melihat kondisi itu, masyarakat pun mulai tergerak. Donasi baik berupa bahan bangunan, tenaga, hingga uang tunai mulai mengalir. Gotong royong antara TNI dan warga desa pun menjadi kekuatan utama dalam memulai proses rehabilitasi rumah tersebut.

“Kami semua sepakat membantu karena tidak tega melihat beliau tidur di kandang sapi. Ini berkat Pak Babinsa yang memulai dan menggerakkan,” tutur Sarto, tetangga nenek Arsina.

Sementara itu, Kepala Desa Tunjung, Sari Rosi, menyatakan bahwa pemerintah desa telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada keluarga nenek Arsina sebelumnya, namun bantuan untuk perbaikan rumah belum sempat terealisasi karena keterbatasan anggaran.

“Kami sangat mendukung dan berterima kasih kepada Pak Babinsa dan masyarakat. Semoga proses rehab rumah ini berjalan lancar sampai selesai,” ujarnya.

Artikel ini telah dibaca 71 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mobil Dinas Pejabat Lumajang Dikandangkan, Tak Boleh Lagi Dibawa Pulang

12 Juni 2026 - 13:19 WIB

Pemkab Lumajang Fokuskan Anggaran ke Program Prioritas di Tengah Kenaikan Harga BBM

11 Juni 2026 - 10:38 WIB

MPM Honda Jatim Edukasi Keselamatan Berkendara kepada Siswa SD di Lumajang

10 Juni 2026 - 15:30 WIB

Pemkab Lumajang Akan Konsultasi ke Kemendagri soal Dampak Kenaikan BBM Non-Subsidi

10 Juni 2026 - 14:51 WIB

Bupati Lumajang Ingatkan Kepala SPPG Jalankan Program MBG Sesuai Aturan

10 Juni 2026 - 14:32 WIB

SPAM Regional Lumajang Ditargetkan Aliri 2.791 Rumah pada Akhir 2026

10 Juni 2026 - 08:42 WIB

Trending di Daerah