Taman Bunga Lumajang: Keindahan di Gunung Semeru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 18 Okt 2025 16:10 WIB ·

Taman Bunga Puspa Adi Warna: Warna Baru dari Lereng Semeru Lumajang


 Taman Bunga Puspa Adi Warna: Warna Baru dari Lereng Semeru Lumajang Perbesar

Pesona Baru di Kaki Gunung Semeru

Pronojiwo kini tampil dengan wajah baru. Di kaki Gunung Semeru yang megah, hamparan bunga berwarna-warni bermekaran menyambut setiap pengunjung. Di tempat inilah, Taman Bunga Puspa Adi Warna diresmikan oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha), Selasa (14/10/2025).

Nama Puspa Adi Warna memiliki makna “taman penuh bunga dengan berbagai warna”. Arti tersebut menggambarkan keberagaman dan kehangatan masyarakat Pronojiwo, yang hidup berdampingan dengan alam.

Taman dari Warga, untuk Warga

Bunga-bunga yang tumbuh rapi di atas lahan hijau itu merupakan hasil kerja keras warga Desa Sumberurip. Mereka menjadikan alam sebagai sumber penghidupan dan kebanggaan desa. Setiap kelopak bunga bercerita tentang harapan baru — bahwa pariwisata bisa menjadi jalan ekonomi kreatif yang tumbuh dari semangat masyarakatnya.

Bunda Indah tampak tersenyum saat menyusuri jalur taman.
“Taman bunga ini bukan hanya cantik, tetapi juga simbol semangat warga Pronojiwo. Mereka berhasil mengubah potensi alam menjadi daya tarik wisata yang membanggakan,” ujarnya penuh semangat.

Perpaduan Keindahan Alam dan Kearifan Lokal

Di balik taman, Gunung Semeru berdiri gagah menjadi latar sempurna bagi wisatawan yang ingin berfoto. Pemandangan ini menjadikan Puspa Adi Warna terasa hidup, seolah bunga dan gunung berpadu menghadirkan kedamaian bagi siapa pun yang datang.

Setiap sudut taman menghadirkan nuansa berbeda. Ada jalur bunga matahari yang cerah di pagi hari dan taman mawar yang semerbak di sore yang teduh. Sementara itu, pengunjung dapat bersantai di gazebo bambu sambil menikmati kopi robusta khas Pronojiwo.

Dampak Ekonomi bagi Masyarakat

Selain menjadi daya tarik wisata, taman ini membuka banyak peluang baru. Lapangan kerja bagi pemuda desa, ruang usaha bagi UMKM, serta tempat rekreasi murah bagi keluarga menjadi dampak nyata bagi warga sekitar. Dengan demikian, ekonomi lokal mulai tumbuh seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.

Bunda Indah berharap taman bunga ini menjadi magnet wisata baru di Lumajang selatan.
“Pronojiwo memiliki potensi besar. Hampir setiap desanya punya pesona unik. Tinggal bagaimana kita terus merawat, mempromosikan, dan menjaga keberlanjutannya,” tuturnya.

Kolaborasi dan Kemandirian Desa

Ia juga mengajak wisatawan dari berbagai daerah untuk datang dan menikmati keindahan alam Lumajang.
“Datanglah ke Lumajang, nikmati alamnya, dan rasakan keramahan warganya. Wisata kita tumbuh karena dukungan semua pihak,” ajak Bunda Indah.

Sementara itu, Wakil Bupati Mas Yudha menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam pengembangan wisata berbasis komunitas.
“Inisiatif warga seperti ini harus terus didorong. Ketika desa mampu mengelola potensinya sendiri, pembangunan akan tumbuh dari bawah dengan semangat kemandirian,” ujarnya.

Simbol Ekonomi Hijau Lumajang

Kini, Taman Bunga Puspa Adi Warna tidak hanya menjadi tempat berfoto, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi hijau di Lumajang. Dari tangan-tangan warga sederhana, lahir taman yang memperindah bumi sekaligus menumbuhkan kesejahteraan.

Di bawah sinar matahari Pronojiwo, bunga-bunga itu terus mekar. Akhirnya, bersama setiap mekarnya bunga, tumbuh pula keyakinan bahwa Lumajang selatan bukan hanya kaya pesona alam, tetapi juga kaya semangat warganya yang tak pernah berhenti menanam harapan.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Buka Pelatihan Tukang Bangunan, Warga Bisa Dapat Sertifikasi Resmi

5 Februari 2026 - 14:49 WIB

Tekan Kebocoran, Pajak Pasir Lumajang Kini Dibayar Langsung Lewat Bank

5 Februari 2026 - 14:32 WIB

Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan

5 Februari 2026 - 13:46 WIB

Petani Bangsalsari Ungkap Program Oplah Tak Tepat Sasaran, Kebutuhan Air Belum Terjawab

5 Februari 2026 - 13:40 WIB

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Trending di Daerah