Bupati Lumajang Dorong Pekerja Eks Lokalisasi Dapat Lapangan Kerja Lewat Program MBG - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 24 Okt 2025 08:16 WIB ·

Bupati Lumajang Dorong Pekerja Eks Lokalisasi Dapat Lapangan Kerja Lewat Program MBG


 Bupati Lumajang Dorong Pekerja Eks Lokalisasi Dapat Lapangan Kerja Lewat Program MBG Perbesar

Lumajang, – Bupati Lumajang Indah Amperawati mendorong agar para mantan pekerja di eks lokalisasi Dolog, Kecamatan Sumbersuko, mendapatkan kesempatan kerja yang lebih layak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program MBG yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Lumajang disebut membuka peluang kerja, bahkan gaji perharinya mencapai Rp 100.000.

Indah menyampaikan hal itu saat menunjuk Luluk Azizah sebagai camat baru Sumbersuko. Ia berharap kehadiran pemimpin perempuan di wilayah tersebut dapat membantu memulihkan kondisi sosial ekonomi masyarakat pasca-penutupan lokalisasi.

Baca juga:Bupati Lumajang Tunjuk Camat Perempuan Tangani Isu Sosial di Sumbersuko

“Program Makan Bergizi Gratis banyak membutuhkan tenaga pekerja. Ini kesempatan besar untuk masyarakat yang sebelumnya kehilangan pekerjaan,” ujar Indah, Jumat (24/10/2025).

Menurut Bupati yang akrab disapa Bunda Indah ini, penanganan masalah sosial seperti prostitusi tidak cukup hanya dengan melakukan pelarangan atau penutupan tempat.

Baca juga:Ramai ASN Disindir di TikTok, Bupati Lumajang Tanggapi Santai, Di Sini Beda Ceritanya

Pemerintah, kata dia, juga harus memastikan adanya solusi ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi warga yang terdampak.

“Tidak hanya melarang, tapi harus dicarikan solusi. Karena banyak di antara mereka yang kehilangan mata pencaharian. Dengan MBG, mereka bisa bekerja secara halal dan bermartabat,” tegasnya.

Sebelumnya, kawasan Dolog dikenal sebagai salah satu lokalisasi terbesar di Kabupaten Lumajang. Setelah ditutup, pemerintah daerah berupaya mengubah citra kawasan itu menjadi Kampung Anggur, simbol perubahan dan pemberdayaan masyarakat.

Namun, Indah melihat masih ada tantangan besar di lapangan, termasuk kemungkinan masih adanya praktik prostitusi terselubung akibat keterbatasan ekonomi. Karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi, bukan sekadar tindakan penegakan hukum.

“Saya ingin masalah ini diselesaikan dengan cara yang manusiawi. Pemerintah harus hadir memberi peluang kerja agar masyarakat tidak kembali ke jalan yang sama,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Puluhan Warga Antre Adopsi Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:50 WIB

Bidan Ceritakan Detik-Detik Kelahiran Bayi yang Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:40 WIB

Ekonomi Diduga Jadi Alasan Bayi Dibuang di Lumajang

4 Februari 2026 - 15:31 WIB

Bayi Laki-laki Diperkirakan Berusia Dua Hari Ditemukan di Warung Gorengan Senduro

4 Februari 2026 - 10:30 WIB

Trending di Daerah