Bupati Lumajang Dorong Pekerja Eks Lokalisasi Dapat Lapangan Kerja Lewat Program MBG - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas

Daerah · 24 Okt 2025 08:16 WIB ·

Bupati Lumajang Dorong Pekerja Eks Lokalisasi Dapat Lapangan Kerja Lewat Program MBG


 Bupati Lumajang Dorong Pekerja Eks Lokalisasi Dapat Lapangan Kerja Lewat Program MBG Perbesar

Lumajang, – Bupati Lumajang Indah Amperawati mendorong agar para mantan pekerja di eks lokalisasi Dolog, Kecamatan Sumbersuko, mendapatkan kesempatan kerja yang lebih layak melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program MBG yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Lumajang disebut membuka peluang kerja, bahkan gaji perharinya mencapai Rp 100.000.

Indah menyampaikan hal itu saat menunjuk Luluk Azizah sebagai camat baru Sumbersuko. Ia berharap kehadiran pemimpin perempuan di wilayah tersebut dapat membantu memulihkan kondisi sosial ekonomi masyarakat pasca-penutupan lokalisasi.

Baca juga:Bupati Lumajang Tunjuk Camat Perempuan Tangani Isu Sosial di Sumbersuko

“Program Makan Bergizi Gratis banyak membutuhkan tenaga pekerja. Ini kesempatan besar untuk masyarakat yang sebelumnya kehilangan pekerjaan,” ujar Indah, Jumat (24/10/2025).

Menurut Bupati yang akrab disapa Bunda Indah ini, penanganan masalah sosial seperti prostitusi tidak cukup hanya dengan melakukan pelarangan atau penutupan tempat.

Baca juga:Ramai ASN Disindir di TikTok, Bupati Lumajang Tanggapi Santai, Di Sini Beda Ceritanya

Pemerintah, kata dia, juga harus memastikan adanya solusi ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi warga yang terdampak.

“Tidak hanya melarang, tapi harus dicarikan solusi. Karena banyak di antara mereka yang kehilangan mata pencaharian. Dengan MBG, mereka bisa bekerja secara halal dan bermartabat,” tegasnya.

Sebelumnya, kawasan Dolog dikenal sebagai salah satu lokalisasi terbesar di Kabupaten Lumajang. Setelah ditutup, pemerintah daerah berupaya mengubah citra kawasan itu menjadi Kampung Anggur, simbol perubahan dan pemberdayaan masyarakat.

Namun, Indah melihat masih ada tantangan besar di lapangan, termasuk kemungkinan masih adanya praktik prostitusi terselubung akibat keterbatasan ekonomi. Karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi, bukan sekadar tindakan penegakan hukum.

“Saya ingin masalah ini diselesaikan dengan cara yang manusiawi. Pemerintah harus hadir memberi peluang kerja agar masyarakat tidak kembali ke jalan yang sama,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lahan Makin Kering, Hasil Pisang Lumajang Turun hingga 40 Persen

4 Oktober 2026 - 08:01 WIB

1.974 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Mengapa 286 Masih Diproses?

2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Terakhir Terlihat di Sekitar Makam, Warga Yosowilangun Diduga Tenggelam di Sungai Bondoyudo

1 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Dari 864.599 Rekam Dinamis KTP, Baru 44.975 Warga Lumajang Gunakan IKD

30 September 2026 - 12:05 WIB

1.600 Pengajuan Santunan Kematian di Lumajang, Berapa yang Lolos Verifikasi?

30 September 2026 - 11:50 WIB

Perbaikan Jalan Lumajang Mencapai Rp60 Miliar, Kok Bisa?

30 September 2026 - 08:41 WIB

Trending di Daerah