Akses Jalan Pasirian danTempursari Terputus Akibat Hujan Deras, BPBD Lumajang Usul Perpanjangan Masa Tanggap Darurat - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 6 Nov 2025 07:33 WIB ·

Akses Jalan Pasirian danTempursari Terputus Akibat Hujan Deras, BPBD Lumajang Usul Perpanjangan Masa Tanggap Darurat


 Akses Jalan Pasirian danTempursari Terputus Akibat Hujan Deras, BPBD Lumajang Usul Perpanjangan Masa Tanggap Darurat Perbesar

Lumajang, – Hujan deras yang melanda wilayah Lumajang menyebabkan akses jalan antara Pasirian dan Tempursari terganggu.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, menyatakan bahwa kondisi tersebut menghambat mobilitas warga dan penyaluran bantuan, sehingga pihaknya menyarankan perpanjangan masa tanggap darurat selama tujuh hari ke depan.

Menurut Isnugroho, kerusakan jalan akibat hujan deras membuat distribusi logistik dan evakuasi warga terdampak menjadi terhambat.

Baca juga:Bau Belerang Tercium di Banjir Lumajang, BPBD Waspadai Aktivitas Gunung Semeru

“Kondisi teknis di lapangan belum memungkinkan penanganan selesai secara optimal, sehingga kami mengusulkan perpanjangan masa tanggap darurat untuk memastikan seluruh kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi,” katanya, Kamis (6/11/25).

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lumajang, telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor selama 7 hari mulai 1-7 November 2025.

Baca juga:Bau Belerang Tercium di Banjir Lumajang, BPBD Waspadai Aktivitas Gunung Semeru

Masa tanggap darurat di Lumajang sendiri memiliki ketentuan bisa diperpanjang hingga tiga kali, dan usulan saat ini merupakan salah satu langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan masyarakat.

Isnugroho menekankan bahwa koordinasi dengan aparat desa, relawan, dan instansi terkait terus dilakukan agar kondisi darurat dapat ditangani secepat mungkin.

“Selain itu, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, menghindari jalur yang terdampak, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Pihaknya memastikan posko siaga bencana tetap beroperasi 24 jam untuk menerima laporan dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi B DPRD Jember Desak Bupati Muhammad Fawait Evaluasi Kadis TPHP yang Mangkir RDP

19 Februari 2026 - 16:43 WIB

Jember Tenggelam Setiap Tahun, Apakah Pola Penanganan Banjir Hanya Rutinitas Seremonial?

19 Februari 2026 - 07:02 WIB

PDIP Jember Dorong Solusi Jangka Panjang Banjir, Bukan Sekadar Bantuan Pasca Bencana

18 Februari 2026 - 09:21 WIB

Pemkot Malang Siapkan Aturan Pasar Takjil Ramadhan 2026, Jam Operasional Akan Dibatasi

18 Februari 2026 - 09:08 WIB

Banjir Surabaya di Osowilangun Dipicu Tumpukan Sampah, Petugas Siaga 24 Jam

17 Februari 2026 - 11:47 WIB

Cuaca Terburuk 20 Tahun, Jember Siaga Menghadapi Potensi Banjir Bandang

17 Februari 2026 - 11:36 WIB

Trending di Daerah