Kolaborasi Mitigasi Semeru: Pentingnya Keselamatan - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
ASN Lumajang Tak Boleh Live Saat Jam Kerja: Aturan Baru Demi Wibawa Pelayanan Publik Pemdes Tempursari Pasang WiFi Gratis di Dusun Ketindan, Percepat Digitalisasi Desa Pemkab Lumajang Ajak Warga Sambut 2026 dengan Doa dan Kepedulian Sosial Istighotsah Akhir Tahun 2025, Bupati Lumajang Ajak Perbanyak Doa, Empati, dan Refleksi Diri Malam Natal di Lumajang, Bupati Titip Doa dan Tegaskan Komitmen Kerukunan

Daerah · 20 Nov 2025 20:09 WIB ·

“Mitigasi Semeru Diperkuat: Kolaborasi Terstruktur Jadi Kunci Menjaga Keselamatan Warga”


 “Mitigasi Semeru Diperkuat: Kolaborasi Terstruktur Jadi Kunci Menjaga Keselamatan Warga” Perbesar

Kolaborasi Jadi Fondasi Mitigasi Semeru

Di tengah meningkatnya aktivitas Gunung Semeru, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma (Mas Yudha) menegaskan bahwa mitigasi bencana hanya dapat berjalan efektif jika seluruh pihak bergerak bersama. Pemerintah, BPBD, relawan, dan masyarakat harus saling terhubung dalam satu sistem kerja yang terarah.

Peninjauan Pos Evakuasi di Candipuro

Saat meninjau posko pengungsian di Kantor Kecamatan Candipuro pada Rabu malam (19/11/2025), Mas Yudha kembali mengingatkan prioritas utama pemerintah.

“Keselamatan jiwa warga adalah hal paling penting. Setiap langkah mitigasi harus melibatkan semua unsur agar warga tetap berada di lokasi aman,” ujarnya.

Instruksi Tegas untuk Pemantauan Lapangan

Mas Yudha menyampaikan bahwa Bunda Bupati Lumajang telah menginstruksikan seluruh jajaran—mulai dari kepala desa, perangkat desa, camat, hingga BPBD—untuk aktif memantau pergerakan masyarakat. Tujuannya memastikan warga di zona rawan segera diarahkan menuju wilayah aman dan pos pengungsian yang sudah disiapkan.

Ratusan Warga Sudah Mengungsi

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Lumajang, tercatat 956 pengungsi berada di beberapa titik di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. Meski jumlahnya cukup besar, koordinasi yang sistematis membantu proses mitigasi berjalan cepat dan terstruktur.

Kolaborasi Nyata di Lapangan

Mas Yudha menegaskan bahwa kolaborasi tidak berhenti pada seruan. Kerja sama itu terlihat nyata dalam penyiapan lokasi pengungsian, distribusi logistik, hingga pengawasan mobilitas warga.

“Kolaborasi bukan sekadar slogan, tetapi instrumen penting untuk memastikan semua warga terlayani dengan aman dan cepat,” tegasnya.

Kepatuhan Warga Menjadi Faktor Penentu

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kepatuhan warga terhadap arahan petugas. Dengan pengawasan berlapis dan koordinasi instansi yang terintegrasi, risiko bahaya dapat ditekan.

Langkah kolaboratif ini menjadi bukti bahwa mitigasi bencana yang terarah mampu menjaga keselamatan warga, sekaligus memperlihatkan kekuatan gotong royong di tengah situasi darurat Semeru.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkot Surabaya Buka Pelatihan Tukang Bangunan, Warga Bisa Dapat Sertifikasi Resmi

5 Februari 2026 - 14:49 WIB

Tekan Kebocoran, Pajak Pasir Lumajang Kini Dibayar Langsung Lewat Bank

5 Februari 2026 - 14:32 WIB

Fisik Oplah Selesai, Sarana Penyedot Air Tak Ada, Program Belum Bisa Dimanfaatkan

5 Februari 2026 - 13:46 WIB

Petani Bangsalsari Ungkap Program Oplah Tak Tepat Sasaran, Kebutuhan Air Belum Terjawab

5 Februari 2026 - 13:40 WIB

Siswi MTsN Jadi Korban Peluru Nyasar

4 Februari 2026 - 21:35 WIB

Jenazah Korban Banjir Bandang Ditemukan Nelayan di Muara Sungai

4 Februari 2026 - 16:33 WIB

Trending di Daerah