Evakuasi Ternak Lumajang Pasca Erupsi Semeru - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara 98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan

Daerah · 20 Nov 2025 20:36 WIB ·

Ratusan Ternak Berhasil Diselamatkan, Pemerintah Perkuat Bantuan Pakan di Masa Darurat Semeru


 Ratusan Ternak Berhasil Diselamatkan, Pemerintah Perkuat Bantuan Pakan di Masa Darurat Semeru Perbesar

Pemerintah Kabupaten Lumajang mempercepat penanganan sektor peternakan sebagai bagian dari respons menyeluruh terhadap dampak erupsi Gunung Semeru. Pemerintah tidak hanya fokus pada keselamatan warga, tetapi juga menjaga keberlanjutan aset ekonomi masyarakat melalui penyediaan pakan bagi ternak yang berhasil dievakuasi.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Drh. Endra Novianto, menjelaskan bahwa tim segera mendistribusikan pakan ternak untuk menjaga kondisi hewan tetap stabil selama masa darurat.

“Ternak menjadi bagian penting dari mata pencaharian warga lereng Semeru, sehingga keberlangsungannya berpengaruh langsung pada pemulihan pascabencana,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Hingga hari ini, tim lapangan mengevakuasi 161 ekor kambing-domba dari dua wilayah paling dekat zona bahaya: Dusun Curahkobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, serta eks Dusun Kajarkuning yang sejak Agustus 2025 masuk administrasi Dusun Poncosumo, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Penyesuaian batas wilayah ini memperlancar distribusi bantuan karena jalur koordinasi sudah sesuai struktur pemerintahan terbaru.

Di tengah proses evakuasi, pemerintah juga mencatat kerugian besar pada sektor peternakan. Berdasarkan data sementara per Kamis, 20 November 2025 pukul 15.00, sebanyak 4 ekor sapi dan 139 ekor kambing-domba mati di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, kawasan yang terdampak berat abu vulkanik dan panas guguran.

Endra menegaskan bahwa pemerintah menjalankan langkah berlapis karena bencana tidak hanya mengancam keselamatan warga, tetapi juga masa depan ekonomi mereka.

“Ketika ternak warga selamat, harapan untuk bangkit ikut bertahan. Bantuan pakan bukan hanya menjaga hewan tetap hidup, tetapi memastikan ekonomi keluarga tetap bergerak,” tegasnya.

Selain distribusi pakan, Pemkab Lumajang melakukan pemeriksaan kesehatan ternak, memperkuat kandang darurat, serta melakukan pendataan menyeluruh untuk memetakan kebutuhan lanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi ketahanan pangan selama masa tanggap darurat.

Pemerintah juga memperkuat rantai bantuan logistik ternak seiring meningkatnya kebutuhan lapangan. Prioritas utamanya menjaga kesehatan ternak, meminimalkan kerugian tambahan, serta mempercepat pemulihan ekonomi warga setelah kondisi Semeru kembali terkendali.

Dengan langkah terpadu ini, penanganan bencana tidak hanya berfokus pada keselamatan, tetapi juga keberlanjutan hidup masyarakat. Pemerintah memastikan setiap aset yang menjadi tumpuan keluarga, termasuk ternak, mendapatkan perlindungan maksimal selama masa darurat.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskopindag Lumajang Cabut Tiga Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:47 WIB

Usaha Sound System Tak Lagi Bisa Ajukan Rekomendasi BBM Bersubsidi

5 Agustus 2026 - 14:33 WIB

Wabup Lumajang Harap Kapolres Baru Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Bupati Lumajang Atur Jam Operasional PKL di Kawasan Alun-alun

5 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Pemkab Lumajang Kenakan Retribusi Tak Hanya di Pasar, Pertokoan Toga Juga Masuk

4 Agustus 2026 - 12:01 WIB

Kebakaran Hutan Picu Penutupan Jalur Wisata Bromo via Senduro

4 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Trending di Daerah