Ruang Terbuka Menyusut, Genangan Meningkat, Wajah Pembangunan Kota Jember - Lensa Warta

Menu

Mode Gelap
98 PNS Lumajang Terima SK dan Diambil Sumpah, Bupati Tekankan Integritas Pantai Lumajang Padat Saat Kupatan, Perputaran Ekonomi Meningkat Bupati Lumajang: Kebersihan Pantai Jadi Kunci Wisata Berkelanjutan Cegah Sejak Dini, Bupati Lumajang Ajak Warga Rutin Periksa Kesehatan Jantung Tak Hanya Jaga di Darat, SAR Lumajang Turun ke Laut Amankan Wisata Lebaran

Daerah · 3 Feb 2026 15:18 WIB ·

Ruang Terbuka Menyusut, Genangan Meningkat, Wajah Pembangunan Kota Jember


 Ruang Terbuka Menyusut, Genangan Meningkat, Wajah Pembangunan Kota Jember Perbesar

Jember, – Banjir yang kembali merendam kawasan lingkar kampus di Kota Jember menjadi alarm keras bagi kondisi pembangunan perkotaan. Genangan yang terjadi pekan lalu menunjukkan ruang terbuka dan kawasan resapan air semakin tersingkir oleh pertumbuhan bangunan yang tidak terkendali.

Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, menegaskan persoalan banjir bukan semata-mata akibat hujan deras, melainkan dampak dari pembangunan tanpa kontrol yang mengorbankan fungsi ekologis kota. Kawasan yang dulunya memiliki ruang terbuka kini dipenuhi permukiman dan bangunan komersial, sehingga daya serap air berkurang drastis saat hujan.

“Harus disiplin pada tata ruang. Tidak boleh ada pelanggaran, dan yang sudah telanjur harus ditertibkan,” tegas Widarto, Selasa (3/2/2026).

Ia menyampaiakn, pengendalian alih fungsi lahan dan perlindungan ruang hijau harus menjadi prioritas agar kota tidak terus mengalami banjir setiap musim hujan.

Selain itu, kata dia, DPRD tengah mendorong percepatan Perda Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan (LP2B) sebagai langkah jangka panjang. “Jika pengendalian tata ruang dan alih fungsi lahan tetap diabaikan, banjir di Kota Jember diprediksi akan semakin parah dalam sepuluh tahun ke depan,” jelasnya.

Selain itu, Wakil Ketua DPRD itu menekankan perlunya langkah jangka pendek yang melibatkan seluruh pihak. Pemerintah harus memastikan drainase, saluran air, dan irigasi berfungsi optimal, sementara masyarakat diminta disiplin menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Jangka panjangnya tata ruang dan alih fungsi lahan harus diseriusi, sementara jangka pendeknya, pemerintah dan masyarakat harus sama-sama disiplin,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Ingatkan Penambang Waspadai AMAK 25, Jangan Tunggu Alarm Berbunyi

20 Juni 2026 - 20:14 WIB

Luka Bakar Hampir Seluruh Tubuh, Penambang Semeru Jadi Pengingat Risiko yang Sering Diabaikan

20 Juni 2026 - 14:14 WIB

PLN Tegaskan Pencurian Kabel Tak Terkait Pemadaman Bergilir di Lumajang

19 Juni 2026 - 20:54 WIB

Keindahan Tumpak Sewu Diubah Jadi Karya Batik Khas Lumajang

19 Juni 2026 - 10:45 WIB

Tanpa Pangkas Layanan, WFH Lumajang Justru Hemat Rp 464 Juta

19 Juni 2026 - 09:55 WIB

Tanah Sitaan Diduga Bersertifikat Baru, Dokter Kandungan Dilaporkan ke Polisi

16 Juni 2026 - 20:28 WIB

Trending di Daerah