Ruang Terbuka Menyusut, Genangan Meningkat, Wajah Pembangunan Kota Jember - Lensa Warta

Menu ✖

Mode Gelap
Ratusan Pemain Mobile Legends dan Free Fire Bersaing dalam Kejurkab E-Sport Lumajang Festival UMKM Meriahkan Gema Sholawat di Stadion Semeru Lumajang, Produk Lokal Jadi Sorotan Ribuan Jemaah Hadiri Gema Sholawat dan Tausiyah Kebangsaan di Stadion Semeru Lumajang Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Gratis di Lumajang, Warga Seru-seruan, UMKM Ikut Panen Peluang Bunda Indah Buka Popkab Lumajang 2026, Dorong Pelajar Bangun Mental Juara

Daerah · 3 Feb 2026 15:18 WIB ·

Ruang Terbuka Menyusut, Genangan Meningkat, Wajah Pembangunan Kota Jember


 Ruang Terbuka Menyusut, Genangan Meningkat, Wajah Pembangunan Kota Jember Perbesar

Jember, – Banjir yang kembali merendam kawasan lingkar kampus di Kota Jember menjadi alarm keras bagi kondisi pembangunan perkotaan. Genangan yang terjadi pekan lalu menunjukkan ruang terbuka dan kawasan resapan air semakin tersingkir oleh pertumbuhan bangunan yang tidak terkendali.

Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, menegaskan persoalan banjir bukan semata-mata akibat hujan deras, melainkan dampak dari pembangunan tanpa kontrol yang mengorbankan fungsi ekologis kota. Kawasan yang dulunya memiliki ruang terbuka kini dipenuhi permukiman dan bangunan komersial, sehingga daya serap air berkurang drastis saat hujan.

“Harus disiplin pada tata ruang. Tidak boleh ada pelanggaran, dan yang sudah telanjur harus ditertibkan,” tegas Widarto, Selasa (3/2/2026).

Ia menyampaiakn, pengendalian alih fungsi lahan dan perlindungan ruang hijau harus menjadi prioritas agar kota tidak terus mengalami banjir setiap musim hujan.

Selain itu, kata dia, DPRD tengah mendorong percepatan Perda Perlindungan Lahan Pertanian Berkelanjutan (LP2B) sebagai langkah jangka panjang. “Jika pengendalian tata ruang dan alih fungsi lahan tetap diabaikan, banjir di Kota Jember diprediksi akan semakin parah dalam sepuluh tahun ke depan,” jelasnya.

Selain itu, Wakil Ketua DPRD itu menekankan perlunya langkah jangka pendek yang melibatkan seluruh pihak. Pemerintah harus memastikan drainase, saluran air, dan irigasi berfungsi optimal, sementara masyarakat diminta disiplin menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Jangka panjangnya tata ruang dan alih fungsi lahan harus diseriusi, sementara jangka pendeknya, pemerintah dan masyarakat harus sama-sama disiplin,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Sumberlangsep Kembali Terisolasi akibat Banjir Lahar Lahar Hujan Gunung Semeru

2 November 2026 - 12:30 WIB

Bunda Indah Dorong Pariwisata Lumajang Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Peluang Usaha Warga

31 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Lumajang Raih Wilwatikta Awards 2026, Bunda Indah Jadikan Penghargaan Motivasi Perkuat Ekonomi

31 Oktober 2026 - 17:28 WIB

Pronojiwo Kembangkan Agrowisata 3 Hektare, Wisatawan Tumpak Sewu Bakal Punya Pilihan Baru

31 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Cegah Stunting di Lumajang, Dinkes P2KB Perkuat Peran Posyandu dan Kolaborasi Desa

31 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Sebanyak 4.293 Warga Lumajang Terima Alokasi Rp600 Ribu

31 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Trending di Daerah